Pssst.. fyi, ini akhir trilogi dari pengungkapan dibalik "debat" itu tuh. Pernah inget kalo lagi ujian essay? pertanyaan yang hanya sebaris dapat dianggap terjawab kalo kita bisa menerangkannya dalam 1 atau bahkan 2 halaman. And that is how it works. Ya kan?
Nah itu pula lah yang terjadi pada acara "debat" antara bung Riyogarta dan bung Roy Suryo.
Kita analogikan pertanyaan 1 menit dari bung Riyogarta akan dijawab selama 10 menit oleh bung Roy Suryo. Begitu pula yang dilakukan oleh bung Roy dalam menjawab pertanyaan dari floor. Salah kah? ya nggak donk, karena justru itu yang membuat acara jadi menarik. Bayangkan dengan "analogi SOAL UJIAN" tadi kini kita gunakan pertanyaan model benar-salah. Setelah ditanya panjang lebar (biasanya malah lebih dari 1 baris) trus kita tinggal lingkari B atau S. Bayangkan bila mas Riyogarta membuat pemaparan yang panjang lalu diakhiri pertanyaan yang membutuhkan penjelasan trus tau2 dijawab bung Roy Suryo cuman singkat "ITU BENAR! atau SALAH!" apa nggak yang nanya akan malah bete? ya kaaan? =)) =))
Btw, saya jadi inget jokes: "Apa yang kau sampaikan kalau bertemu kekasih, jawab secara essay" dan dijawab "E... Say... aku kangen lho sama kamu say!"... haalllaahh maksa pisan :)) Sorry lagi serius2 malah canda lagee..
oh iya, tentang foto diatas, Ki-Ka:Riyogarta, Bruri Trya Sartana, Abah, Roy Suryo, Linda Islami, Fahmi
Bagi yang hadir atau menyimak acara tsb pasti ingat dalam menjawab pernyataan atau pertanyaan dari bung Riyogarta penjelasan bung Roy sangat panjang lebar tetapi berhubung "so far" masih mengacu pada topik jadi sering saya biarkan. Toh bicara panjang itu juga "pilihan" (ini kata2 yang sangat ngetrend pada acara itu hehehe). Bicara panjang akan menguntungkan karena bisa tuntas menjelaskan secara lengkap. Taaaapi sebenarnya juga bisa terjadi sebaliknya, semakin panjang bicara semakin habis bahan sehingga berkali2 diutarakan yang itu2 juga. Dan dengan membiarkan itu bukan berarti saya "menjerumuskan suatu pihak" tetapi karena saya menghargai fenomena essay tsb. Beneran lho.. suwer tekewer-kewer.. abah berani disumpahin jadi kaya seumur idup deh hihihi
Kalau bung Roy Suryo sudah kelamaan bicara toh saya minta untuk di stop. Mengenai bung Roy yang kadang terlihat tidak "langsung/cepat stop" itupun tidak perlu saya protes (ntar bisa jadi debat 3 arah donk hahaha) selain itu publik jelas bisa menilai kejadian tsb.
Hal itu berbeda dengan Bung Riyogarta yang sangat anteng dan selalu berbagi waktu. Tapi walau anteng begitu ybs juga pernah complaint kepada saya atas kenakalan" bung Roy, kira2 bung Riyogarta bilang ke saya seperti ini "duh Roy kelamaan tuh jawabnya" :)) dan saya tetap bilang harap tunggu ya. (mosok disana saya musti jelaskan kepada bung Riyogarta fenomena essay itu wah ndak lah)
Eeehhhh.... rupanya tanpa saya duga sama sekali bung Riyogarta gak tinggal diam.. dia punya move2 yang bisa saya katakan "smart" dalam menggerakan bidak2"nya ... dan apakah itu? sadarkah anda (yang menyimak) bahwa disela2 penjelasan bung Roy Suryo tsb tau bung Riyogarta seringkali asik memainkan "layar tancep" (projector screen) utk menayangkan hal2 yang mengganjal berupa kutipan2 statement bung Roy Suryo dan ternyata banyak juga slide kutipan2 tersebut. Saya sampe bergumam dalam hati "waaah mas Riyogarta memang sudah mempersiapkan dengan matang dan lengkap". Kenakalan bung Riyogarta seharusnya saya tindak karena mengganggu penjelasan bung Roy Suryo. Taaappiii kok saya diamkan juga?.. yah dalam "istilah belandanya" adalah "cincay laah... haiyaaa" kenakalan dibalas dengan kenakalan.. yo wis tho... score "satu sama"... saya lega deh.
Dan hal yang sangat diluar dugaan debat yang tadinya berkesan adu prinsip.. dengan bergantian melakukan pemaparan ke publik tiba2 berlanjut ke debat langsung antar kedua pihak. Saya sempat berpikir.. "nah ini dia saat sang Pelanduk akan mati... HAHAHHAHAHA" untung ternyata masih bisa idup. Adapun cara saya menenangkan keduanya hanya dengan jokes adalah karena saya sangat percaya atas kedewasaan mereka berdua sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. terbukti bukan mereka sangat mature untuk saling menerima
perbedaan itu dan tidak ngotot.. tidak melotot.. tidak sewot.. .
Secara pribadi (setelah melepas atribut moderator tsb) saya menilai bahwa:
-
Menanggapi "dugaan atas kesalahan2 pernyataannya" bung Roy Suryo saya perhatikan (correct me if I am wrong) sama sekali tidak mengutarakan kata2 legawa misal "oh maaf mungkin waktu itu saya salah istilah, tapi maksud saya adalah..bla bla" karena toh kita masih manusia pasti punya khilaf. Dan sayangnya bung Roy acapkali menjelaskan "bahwa kesalahan2 pada banyak artikel adalah wartawan yang salah persepsi" anyway dalam hal itu tentu bung Roy punya alasan tersendiri mengenai hal tsb, yang mana yang betul wallahualam.
-
Saya melihat memang banyak sekali blogger2 yang hanya bisa mencerca, mencaki bicara miring tentang bung Roy Suryo, hal tersebut bisa saya anggap tidak punya estetika dan tidak punya nyali untuk menghadapinya langsung. Ingat bahwa seorang Roy Suryo tetaplah suatu sosok manusia. Apa segitu parahnya kerugian kita selaku internetters, selaku bloggers? apakah segitu besarnya kesalahannya sehingga patut menerima cacian yang sedemikian? apakah dia korupsi? ataukah anarkis? penjahat? pembunuh? pemerkosa? nggak seperti itu bukan? memang wajar ada yang membenci atau menyalahkan (itu sepenuhnya hak anda) tetapi lakukan dengan cara yang menghormati harkat dan martabat kita sendiri sebagai manusia.
-
Memang bung Roy terlihat "sepertinya" lebih banyak berkelit, bila saya yang menjadi beliau pasti saya akan memaparkan hal yang lebih luas yang menjadi concern saya dan biarkan floor yang menilai atas concern saya tsb.
-
Diantara sebagian orang yang membencinya ternyata banyak juga yang ngefans. Banyak yang minta foto, dan bahkan saya lihat gadis2 sempat berebutan untuk berfoto dengannya setelah acara berlangsung, dan ada "hacker" yang mencari kesempatan "berkonsultasi / berdiskusi" kepadanya. Hal itu menurut saya bagus juga sebagai pengimbang bahwa pada sisi lain dia bermanfaat. Bukankah itu arti yang sejati dari hidup? agar kita bermanfaat bagi orang lain!.
-
Saya sendiri yakin bahwa seorang Roy Suryo sekalipun tidak menggunakan blogging untuk menyampaikan aspirasinya tetapi beliau juga banyak membaca blogging. Dan analisa saya sebelum acara tsb dia sudah membaca blog bung Riyogarta, analisa ini karena ternyata skalipun tidak ditanya siapapun tau2 ybs menjelaskan bahwa dia benar2 dosen UGM dan bahkan bicara sampai soal gaji (dan ingatkah anda saat itu saya mengingatnya melalui mic bahwa bung Roy keluar topik).
-
Seorang Roy Suryo adalah pribadi yang terbuka dan berani. Dia mau datang ke "kubu lawan" berbicara lantang diantara para "penentang" juga media pers. Dia menyampaikan sesuatu yang dipandangnya benar. Saya angkat topi untuk mas Roy (sayang saya nggak punya topi lebih dari satu, ada juga topi buat golf, kalo diangkat2 ntar panas kena matahari.. hehhe)
-
Semoga seorang Roy Suryo walau "dianggap kontroversial" tetap bisa tegar dan kelak fenomenal, misal sama seperti halnya pak SBY, disatu pihak dipuji tetapi juga dicaci tetapi kiprahnya secara bertahap dapat memfasilitasi terjadinya pembersihan negara dari koruptor dan keterpurukan yang berkepanjangan.
Tentang Bung Riyogarta:
-
Jarang orang yang tadinya sangat biasa bahkan tidak pernah terdengar (atau jangan2 saya yang "kuper" yah hahahaha) yang tau2 bisa langsung melejit dan meroket sehingga dikenal kalangan blogger sebagai pahlawan" pembersihan nama blogger (yang konon jadi sempat dicap buruk dimata publik) tetapi tetap tenang dan terlihat cukup berhati2 dalam movenya dan tetap "membumi". Saya menilai bahwa beliau adalah seorang welldone cooker, membuat persiapan yang sangat matang dalam setiap kiprah, tampil tetap tenang dan low profile.
-
Namun satu masukan saya bagi beliau adalah dalam berperang/duel jangan bawa senapan yang memang bisa menembak jitu tapi hanya satu per satu.. melainkan bawalah "senjata otomatis" yang bisa memberondong lawan dan hanya berhenti saat peluru habis... istirahat untuk mengisi lagi dan lalu?.. ya berondong lagi.. isi lagi.. berondong lagi.. semoga bung Riyogarta tahu "maksud yang tersirat diatas" :))
-
Saya suka dengan konsistensi beliau. ditengah "distorsi" dan segala pengaruh blogger sekitarnya yang bisa dikatakan berpotensi mempengaruhinya tetapi beliau tetap konsisten pada apa yang dia perjuangkan dan dia lalu pasti akan terus bergerak untuk perjuangan selanjutnya.. dan selanjutnya.
-
Mengapa bung Roy Suryo menyambut ajakan bung Riyogarta? karena bung Riyogarta memilih jalur diskusi langsung. Bung Riyogarta mungkin tidak mau terjebak dan berkutat pada diskusi belakang layar. Ini salah satu yang tersurat tapi yang tersirat? "mungkin" pada setuju pandangan abah bahwa surat terbuka dari Riyogarta tsb cukup menampilkan aura bahwa ajakannya bukan sekedar tantangan mengadu ilmu/otot/oceh tetapi mengadu pandangan dan menjelaskan apa yang mendasari hal tsb, yang terlihat pada surat tsb bahwa mas Riyogarta tidak terbakar emosi.
-
Banyak respon bahwa langkah bung Riyogarta adalah suatu kesabaran yang "amat sangat" karena (analoginya) kalau mereka yang berhadapan dengan bung Roy Suryo mereka tidak tahan untuk BEEP.. atau BEEP... dan bahkan BEEP ke mas Roy Suryo. Sorry nih mesin sensor saya lagi sensitif akhir2 ini jadi bentar2 ngeBEEP.. ;))
tapi untung keBEEP.. kalo ngga pasti yang baca langsung ngomong "astagfirullah".. sama saya juga gitu waktu denger komentar2 mereka... :)
-
Dia bisa memikat banyak pihak, dan siapa tahu dia kelak menjadi IT idol. Semoga saat itu terjadi dia tetap dapat bersahaja seperti sekarang.
Mengenai keduanya:
Saya analogikan keduanya bagai termos air panas. dapat memendam air yang sangat mendidih didalam tetapi tetap adem diluar dan saat air panas tsb tertuang dilakukan secara perlahan sehingga tidak melukai atau melepuhkan keduanya. Jelas sekali citra intelektualisme dan profesionalisme mereka. dan mereka juga humoris, terbukti skalipun sedang "overheated" tetapi tetap tertawa saat saya lontarkan jokes2 ringan utk cooling down. Frankly speaking I admire you both on certain things. In deed both of you are a great value for the country.
Akhir kata, menyudahi "trilogi" pengungkapan sisi lain dari acara tsb, Saya, Abimanyu Wachjoewidajat.. eh Abah... menghaturkan kepada bung Roy Suryo dan Riyogarta, kepada yang menyimak acara tsb baik langsung maupun online, kepada para pengamat IT, pengguna Internet di Indonesia pada umumnya dan rekan2 blog saya, terima kasih yang sebesar2nya atas penerimaan anda terhadap sumbangsih sukarela saya sebagai moderator. Saya mungkin kurang fair saat itu, saya mungkin kurang netral (walau itu semua sudah saya upayakan), tetapi satu hal yang pasti bahwa semua itu saya lakukan dengan niat baik. Mohon maaf apabila ada kata yang menohok, ungkapan yang berlebihan, jokes yang mungkin menyinggung, maupun hasil yang dicapai. Percayalah itu semua terjadi karena keterbatasan saya sebagai manusia, yang tentu tidak lepas dari kekhilafan dan kekurangan.
Semoga Sang Khaliq, selaku yang Pencipta dan yang Maha Kuasa memberikan kita berkah dari apa yang kita lakukan dan bisa kita amalkan demi kepentingan kita bersama, kemajuan bersama, walau kita beda agama, beda suku, beda ilmu tapi kita punya satu nama yang sama, Indonesia.
Salam hangat jabat erat
Abah
(pheww.. kelar juga nih.. udah ah abah gak ngerepotin ente2 lagi buat nunggu2 edisi lanjutnya yah)