
Hari gini semua orang tua pasti kepengin anaknya melek informasi, tetapi disisi lain kita pasti was-was apabila anak kita justru mendapat info yang tidak sepatutnya (terlebih lagi pornografi). Abah ingin mengajak anda untuk sama2 mengulas beberapa cara yang aman baik dari sisi teknis tapi abah upayakan dengan bahasa non-teknis sehingga bisa dimengerti Sang Awam.
Dengan semakin murahnya perangkat notebook tentu bagi yang mampu akan membelikan komputer bagi anak2 kita karena banyak manfaat positifnya. Dan selain itu biaya utk koneksi ke internet kini juga semakin murah (para ISP berlomba memikat kita dengan harga yang menggiurkan) Sehingga gerbang dunia kini bukan diluar lagi tetapi di meja belajar si anak!.
Kita tahu bahwa untuk mendapatkan informasi di internet bukan sangat mudah, tetapi malahh terlalu mudah !! sampai2 kita tidak sekedar perlu memilih mana yang jelek dan mana yang baik. Mana yang tidak baik mana yang bermanfaat. Lebih dari itu, begitu banyak juga situs2 yang baik sampai kita perlu memilih mana yang baik dan mana yang "lebih baik".
Akses dimudahkan dengan adanya situs pencari, situs perangkum (yang khusus mencarikan kita situs2 yang berkaitan dengan hal spesifik misal hobby kita, pekerjaan dll) dan bahkan "katakanlah" situs penyodok (dengan teknologi pop-up maka saat kita masuk otomatis situs tersebut memberikan kita beberapa jendela browsing windows untuk situs yang berhubungan (walau tidak diminta). Dan parahnya, umumnya situs pornografi justru yang sering menerapkan hal tsb secara (katakanlah) sporadis.
Selain itu via email sering ditawarkan untuk mengunjungi suatu situs baik dengan iming2 hadiah, uang, informasi menarik, dll. Lebih buruk dari itu banyak virus yang bukan tersebar secara diam2 tetapi justru mendompleng pada game2 atau tools2 menarik. Belum lagi perangkap situs2 phising yang seperti clam dilaut, menunggu kita lengah lalu masuk terperangkap dan terhisaplah sari2 kita (dalam dunia digital yang terambil adalah info2 penting kita).
Wah apakah itu parah? Sebenarnya YA!. Analoginya sama dengan bila kita mengajak anak ke mall maka dia akan menghadapi banyak kesempatan dan tawaran2 menarik seperti pakaian, mainan, gadget, makanan dll. Baik sekedar window shopping, masuk ke toko, ditawarkan di counter bahkan dihampiri langsung oleh sales yang menawarkan produknya tepat ke muka kita!!. Tentu hal yang sangat berperan dalam menghadapi hal itu adalah bagaimana kita tanamkan kepada anak untuk memilih yang baik, yang dibutuhkan dll menghindari atau bahkan melarang untuk melihat ini, itu.
Saat itu tentu sang anak akan menurut kita tetapi pasti hati kecil dan pikiran Sang Awam si anak akan penasaran tentang benda yang tidak boleh dia sentuh tersebut. Betul bukan?.
Kini bayangkan semua hal yang di alami di mall tersebut juga terjadi saat si anak surfing di internet namun tanpa didampingi kita. Semua tawaran dikemas sebagai suatu yang menarik dan tidak sedikit yang berkedok entertainment, informasi, gosip, breaking news dll. Itu semua dengan mudah tampil di layar monitor, alat yang hanya sekitar 40-50 cm didepan mata. Apakah kira2 si Anak akan menolak godaan tersebut? apalagi gratis, mudah diakses (semudah men-klik tombol mouse) dan tanpa dampingan orang tua. Yah tentu kita hanya tinggal berharap iman dan kesadaran si anak untuk menolak itu semua.
Pada dasarnya untuk menghindari hal tersebut selaku manusia normal pasti kita selaku orang tua terbawa pada pemikiran Sang Awam untuk dapat mengendalikannya seperti:
1. Memantau kemana saja si anak.
2. Menutup akses / Menghindari dia dari situs2 yang tidak bertanggung jawab.
3. Mendapatkan laporan/informasi mengenai "kemana saja" si anak berselancar di Internet.
4. Mengintip dengan siapa saja si anak berkomunikasi (baik email, chatting, blogging etc).
5. Mendidik si anak agar tidak mau terperdaya dengan situs2 yang tidak bertanggung jawab.
Tetapi apabila kita melakukan itu semua secara manual maka abah jamin selagi si anak berinternet maka kita tidak bisa melakukan kegiatan lain selain sibuk melakukan kegiatan diatas. Itu pasti melelahkan. Itu pasti membosankan.
Kita sewajarnya berterimakasih dengan teknologi digital dimana sebenarnya kecanggihan software bisa secara otomatis sangat memungkinkan kita untuk memantau, menghindari bahkan melaporkan kepada kita tentang apa saja yang dilakukan si anak saat berinternet dan kita tidak perlu repot memantau secara melekat melainkan secara periodik (misal cukup sekali dalam sehari/seminggu). Mari kita bahas satu2 dan abah berterima kasih apabila ada rekan2 yang sudi menambahkan,
Perangkat yang bisa kita manfaatkan adalah memaksimalkan fitur browser, sebuah komputer (yang difungsikan sebagai gateway sekaligus router dan firewall) dan LAN.
Sebelumnya abah bahas singkat mengenai perangkat tsb:
- LAN adalah perangkat yang berfungsi menghubung beberapa komputer baik secara wire atau wireless sehingga komputer2 tersebut bisa saling bertukar data dan saling memanfaatkan sumber daya yang membuat PC biasa menjadi canggih karena bisa segalanya (misal utk koneksi ke internet via komputer A, untuk penyimpanan database atau file2 besar di komputer B, untuk burning ke DVD pakai komputer C dll)
Perangkat yang paling mendasar pada suatu LAN adalah Hub/Switch sebagai perangkat sentra dan kabel2 (untuk wired LAN) yang terhubung ke PC / Notebook. Untuk wireless LAN, antara hub/switch dengan komputer yang dilengkapi wi-fi harus dipasangi perangkat yang disebut WAP (Wireless Access Point). Lalu bagaimana dengan LAN Card? hampir semua komputer desktop/laptop/notebook sudah dilengkapi dengan perangkat untuk berkoneksi dengan LAN jadi 99% dipastikan PC / notebook anda LAN ready.
- Gateway/Router/Firewall adalah fungsi yang berbeda tapi kini sering digabungkan dalam satu komputer, dalam contoh ini kita sebut Internet Server.
Gateway berfungsi sebagai gerbang bagi komputer2 lain yang terhubung pada LAN untuk dapat koneksi ke internet.
Router berfungsi mengarahkan setiap access request ke internet untuk diarahkan kembali ke PC yang bersangkutan dan juga membelokan suatu akses2 tertentu (routing).
Firewall adalah semacam benteng pertahanan yang berfungsi untuk menolak akses diluar terkecuali yang disetujui yang berwenang (dalam hal ini adalah Anda).
- Selain hardware tersebut kita juga membutuhkan software, dan yang abah akan berikan adalah solusi software yang murah (bahkan gratis).
- Pada Internet Server kita pasangi software utk Router dengan harga beragam dari sekitar $80 sampai $399 (mungkin ada yang gratis juga). tetapi tidak usah install Office dll. karena tidak diperlukan. lalu instal MRTG (Multi Router Traffic Grapher). Btw, kalau anda susah mengingat eM aR Ti Ji abah biasanya menjadikan akronim yg mudah diingat yakni MERETEG... norak tapi asik untuk diingat. hahahhaa
MRTG adalah sebuah tools yang mencatat aktifitas internet dari masing2 PC, itu berarti termasuk akses dari anak Anda bukan?. MRTG menampilkan aktifitas yang ada berupa grafik sehingga mudah untuk membaca dan memahaminya. banyak MRTG yang free, salah satunya adalah PRTG (Paessler Router Traffic Grapher).
Jadi cukup dengan melihat PRTG ini sudah kelihatan siapa melakukan apa dan seberapa sering. Walau (misal) anak Anda ada banyak dan masing2 menggunakan komputer sendiri2 dengan PRTG semua akan terlihat secara berbeda (tidak tercampur baur).
- Untuk meminimalisir anak kita mengunjungi tempat2 tertentu cukup kita lakukan pada Internet Server maka otomatis semua PC yang berinternet via Internet Server tsb tidak bisa mengunjungi akses2 tersebut. Walau demikian menutup akses berdasarkan alamatnya sungguh pekerjaan yang paling gila (hahaha) karena ada banyak sekali tempat2 yang terlarang. Tetapi paling tidak tempat2 yang jelas2 tidak laik dilihat oleh sianak menjadi benar2 tidak bisa diakses olehnya.
- Lalu sebagai solusi tambahan kita maksimalkan fitur pada browser. Sbg contoh pada Internet Explorer (IE) kita bisa mengidupkan Pop-up blocker, Phising Filter, memfilter situs2 berdasarkan rating ICRA (Internet Content Rating Association), sebuah organisasi non-profit yang diakui dan reputable. Berdasarkan rating tersebut maka akan terfilter situs apa yang laik tayang dan apa yang tidak.
- Ada sementara pihak yang mengandalkan fasilitas content-filter, seperti yang dibuat oleh salah satu anti-virus terkenal berinisial "M" tetapi sayang fasilitas tersebut terinstal berupa paket besar yang membuat komputer kita menjadi sangaaaaat lambat walau tidak sedang surfing sekalipun. Tetapi idenya cukup baik dimana kita cukup memasukan kata2 yang tidak boleh ditampilkan (biasanya kata2 porno dalam bahasa indonesia maupun inggris). Maka situs yang berisi kata2 tersebut akan otomatis terblokir. Tapi sayang pemilik situs2 porno sudah mengantisipasi hal tersebut (maling selalu selangkah lebih pintar dari polisi hehehe) dimana kini kata2 porno dibuat dalam format GIF/JPEG atau bercampur dengan gambar sehingga tetap lolos dari content-filter.
Hal ini karena menurut abah content-filter tidak akan pernah bisa memfilter isi suatu gambar.
- Kalau kita mau sebenarnya banyak Add-Ons untuk melakukan pengamanan browsing menggunakan IE. Fasilitas tersebut free dan bisa anda akses apabila Windows yang anda gunakan adalah Asli (Genuine). Caranya gampang masuk menu Tools pada IE anda lalu pilih Manage Add-Ons, lalu klik More Add-Ons.. And there you'll see those stuff.
- Gunakan perangkat untuk memonitor kegiatan anak seperti VNC, remote-anything dll. fyi remote-anything yang free version memberikan kita akses 5 menit untuk memonitor komputer lain (dalam hal ini komputer anak) dan itu cukup karena toh kita tidak perlu memonitor terus. hanya sesekali saja. Dengan cara ini bahkan saat dia sedang chatting, email, browsing, atau melakukan offline activity sekalipun anda bisa memantaunya secara online tanpa diketahuinya sama sekali.
- Berdasarkan berita yang abah baca saat ini Depkominfo sudah menyiapkan software bagi para ISP dimana software tersebut akan melakukan "text-based content filtering". Namun seperti yang saya utarakan diatas hal tersebut mungkin tidak terlalu efektif. penjelasannya seperti yang abah utarakan mengenai content-filter diatas. Anyway setidaknya dengan software dari Depkominfo tsb tetap saja content2 sudah lumayan tersaring bukan?. Setidaknya bila hal ini sudah dilakukan pada level ISP berarti anda tidak perlu melakukan hal yang sama pada komputer anda / anak2 anda karena bila filter keyword yang ada gunakan adalah sama dengan filter keyword yang diterapkan di ISP anda maka tidak akan berpengaruh terhadap hasil filternya.
Tentu solusi diatas tidak sepenuhnya menghindari anak dari hal yang buruk akan tetapi setidaknya dapat meminimalisir. Lalu apakah itu semua cukup? jawabnya ya "Masih Belum". Walau bagaimanapun pendekatan secara persuasif edukatif kepada anak akan efektif. Bila kita memergoki dia melakukan sesuatu janganlah langsung ditegur seperti kita menangkap maling. Karena kontan dia pasti akan kapok untuk berinternet dari rumah. Sebaiknya sambil anda ngobrol sesekali angkat topik misalkan: "tadi papa lagi browsing2 gak sengaja kebuka situs A (yg pernah dia kunjungi) isinya wah parah deh.. menurut kamu gimana..." dst dst selanjutnya terserah anda... ini hanya salah satu cara lho... anda tentu lebih mengetahui bagaimana cara mendekati anak anda.
Dengan solusi server based tentu ada pertanyaan: Wah kalau tidak terlalu menguasai komputer gimana? apakah harus hire seorang server administrator di rumah? Kan mahal?
Jawabnya tidak perlu. Karena ada jasa private server administator yang melakukan layanan setting secara remote dan bekerja secara freelance / on call bases. Jadi ia bisa membantu anda. Tentu saja ada service pasti ada fee, tetapi toh biayanya tidak mahal. Demi anak, tentu uang bukan lagi suatu masalah utama bukan?.
Aktiflah untuk memperbanyak referensi alamat situs2 yang menurut anda entertaining, bermanfaat dan kira2 diminati oleh si anak. Lalu sesekali temani anak anda surfing dan bawa dia melihat tempat2 atas referensi tsb. Ciptakan ketertarikan atas hal2 yang baik sehingga dia akan melupakan tempat yang aneh2 karena waktunya habis untuk mengunjungi tempat2 yang menarik tsb. Ciptakan kehangat keluarga saat surfing. Kalau anda bisa meyakinkan kepada anak suatu kelebihan / kenyamanan berinternet dirumah dibandingkan di tempat lain maka dia mungkin lebih memilih berinternet dari rumah. Dan tentu akan dapat anda monitor.
Ingat bahwa anak kita masih bisa berselancar di warnet yang tanpa kontrol, di rumah kawannya (yang tidak dikontrol orang tua), membaca/melihat dari media2 lain. Berarti tetap perlu adanya pengarahan keyakinannya mengenai apa yang baik dilihat dan apa yang tidak.
Mudah-mudahan cara ini bermanfaat. Aamiin.
Kalau ada yang mau menambahkan solusi2 laen silaken. mau tanya2 juga silaken.
Salam hangat jabat erat,
Abah