Abah barusan nonton TV dan kaget ternyata kasus SMS setan dan nomor setan yang abah anggap perbuatan iseng orang efeknya sudah menyebar kemana2 dan meresahkan publik. Apalagi budaya kita begitu lugu dan sangat percaya hal yang berbau mistik/tahayul.
Fenomena tersebut ternyata tidak hanya terjadi pada kalangan bawah, terbukti abah banyak sekali dihubungi oleh rekan2 dari kalangan atas (yang katakanlah educated) sampai resah dan menanyakan mengenai hal tersebut.
Banyak pihak yang berkompeten telah mengutarakan dan meluruskan hal tersebut pada media televisi, radio maupun cetak namun tetap saja kebiasaan masyarakat kita adalah sekali gelisah maka biasanya perlu beberapa waktu untuk akhirnya dapat melupakan issue seperti itu. Dan karena "parahnya karena masyarakat kita sangat supersticious" terkadang dari satu hal mistik ke mistik lain dicoba dihubung2kan. Lha ya namanya "dihubung2kan" ya pasti suatu hal-hal yang manapun "seolah" menjadi terhubung dengan hal lainnya.
Sayang selama ini menurut abah hanya sedikit pihak yang mencoba menjelaskannya dengan gabungan teknis, mistik dan logika sekaligus. Mengapa kita perlu menjelaskan faktor mistiknya? karena ya itu tadi, masyarakat kita memang mempercayai mistik sehingga segala ulasan non-mistik akan gugur bagi mereka yang percaya mistik. Tetapi bila kita dapat mengupas faktor mistiknya abah berharap hal ini akan menyadarkan Sang AWAM kita untuk menjadi paham dan tidak terus menerus dapat dibodohi gosip.
Analisa ini sama sekali tidak bermaksud untuk meremehkan ilmu Santet. Abah percaya santet itu ada. Akan tetapi santet tidak sedemikian canggih untuk bisa menembus sistem digital. Dan abahpun yakin teknologi telekomunikasi yang dibangun manusia adalah murni utk kebutuhan manusia, tidak terpikirkan dibuat sedemikan untuk melawan atau meredam santet. Akan tetapi menurut abah (yang berpikir ala Sang Awam) secara kebetulan justru teknologi transmisi yang diterapkan sangat mungkin meredam pengaruh jin/setan santet itu sendiri.
Banyak agama yang mengajarkan bahwa gaib itu memang ada, kita percaya, dan abah percaya. Tetapi disisi lain abah juga orang teknis dan abah (seperti anda semua) kita dikaruniai akal berarti kita harus punya logika sehingga tidak perlu terlarut dan takut terhadap hal gaib terlalu dalam (atau KETAKUTAN YANG SPORADIS YANG AKUT hehhehe). Karena faktanya paham Gaib adalah anti-thesis paham Teknis berarti begitu pula sebaliknya. Dan menurut abah ini menjadi kewajiban kita semua sebagai sesama warga, dengan pemahaman Sang AWAM yang kita miliki untuk meluruskan, mengutarakan dan menguraikan beberapa hal berikut.
1. Mistik: ilmu mistik memang ada, tetapi semua itu dilakukan perantara mahluk yang bernama Jin, Kadam, Tuyul dsb, yaitu sejenis Jin yang bisa nurut dan dipelihara manusia. Sedangkan jenis mahluk gaib yang tidak dapat dipelihara manusia adalah seperti Pocong, Kuntilanak, Gendruwo dll. Setan jelas ada (banyak agama mempercayai itu).
2. Mistik: Semua ajaran mempunyai hal2 yang dianggap tahayul bagi ajaran lain, dosa bagi agama A adalah justru nikmat bagi agama B, bahaya bagi agama A adalah biasa bagi agama B, haram bagi agama A biasa bagi bagi agama B. Sama halnya dengan ketakutan orang atas angka 13, angka 4, angka 666, angka2 lainnya, ketakutan akan ini dan itu dsb. Tentu tidak perlu marah bila hal yang ditakuti ternyata dianggap biasa saja oleh pihak lain, perbedaan cara pandang kan wajar saja2. Apalagi urusannya dengan Tahayul, angka yang ditakuti oleh si A ternyata biasa saja oleh si B atau malah menguntungkan bagi si B.
3. Logika: mahluk seperti Jin, Setan dkk tersebut karena secara zat sudah berbeda dengan dunia manusia maka apapun yang dilakukannya hanyalah berupa penerusan energi saja, dan bukan MENYENTUH langsung. Contoh apabila kita didekati mahluk gaib sebenernya yang membuat kita menjadi merinding adalah energi yang bergerak antara si mahluk tersebut dengan manusia. Tidak mungkin mahluk itu bisa menyetuh manusia secara fisik, dengan demikian mahluk tsb juga tidak berinteraksi dengan perangkat secara fisik. Sekali lagi hanya transfer energi. Dan ingat mahluk sang Khaliq yang paling sempurna itu manusia, dan kita berilmu. Jin/Setan itu nggak ngerti ilmu, nggak ngerti teknologi. Emang mereka bikin sekolahan? no way. Wong mahluk2 spt itu tidak berakal kok.
4. Logika: kita semua tahu bahwa energi sifatnya kuat akan tetapi terbatas dan tidak abadi, sejauh pemicunya telah hilang maka energi itupun akan hilang juga, energi berjalan diatas media, bila media berbelok / berhenti maka energi yang menumpang pada media tsb juga berhenti. Selain itu kita juga tahu bahwa dari satu media ke media lain maka suatu energi akan berubah2, contoh energi gerak bisa berubah menjadi energi panas, energi panas berubah menjadi cahaya dan lain2.
5. Teknis: Bila benar SMS tersebut dikirim dengan tenaga dalam via ponsel (dengan bantuan jin/setan dkk) maka abah pastikan energi si Jin itu akan mandul !! karena teknologi komunikasi selular (khususnya di indonesia) adalah berbasis GSM dan CDMA yang jelas-jelas merupakan suatu teknologi digital yang untuk mentransmisikan suara akan mengubah sinyal analog (suara) menjadi sinyal digital berbasis binary yang hanya terdiri angka 0 dan 1. Saat terjadi konversi ini saja maka tentu "energi" jin yang misal tadinya mampu "numpang" di suara tadi pasti sudah stop / tertahan. Apalagi pada perangkat perantara komunikasi seperti BTS, BSC, MSC, SMSC sinyal digital tidak demikian saja diteruskan melainkan dipecah2 menjadi paket2 data yang ditransmisikan sesuai teknologi masing2. Pada GSM sinyal/paket2 akan dipecah berdasarkan waktu (Time Division Multiple Access, atau TDMA) dan pada CDMA pemecahan paket2 tersebut dilakukan berdasarkan kode (Code Division Multiple Access). Lalu dari media satu ke media lain masih banyak terjadi filtering (utk noise blocking/removal, pengaturan decibel, parity checking, dll) sampai akhirnya di ujung sana info binary tadi diubah kembali menjadi sinyal Analog (bila asalnya adalah suara) atau binary berubah menjadi byte bila transmisinya adalah digital / SMS.
Nah bila "Sang jin" mampu menerobos berubah menjadi sinyal digital sekalipun bisa dibayangkan jin itu akan terurai tercerai berai, amburadul!!. Dan langkah "sang jin / setan" juga akan terhenti karena metoda transmisi digital selalu berbasis store and forward (sampai pada satu device lalu di konversi dan diteruskan ke media selanjutnya), jelas bukan merupakan paket yang terus menerus berjalan (seperti analogi perahu pada jalur air).
6. Teknis: Pada transmisi digital penerapan parity checking sangat diperlukan, Hal ini penting guna memastikan transmisi yang dilakukan terjadi secara sempurna. Bila JIN numpang pada suara dan bisa dikonversikan menjadi digital PASTI energi JIN ini tidak bisa ditranslasikan oleh perangkat konversi tsb. Kalau tidak bisa ditranslasikan maka pasti tidak ditransmisikan. Nah tentu tidak mungkin informasi yang biasa (sekedar Text) akan berubah menjadi luar biasa pada perangkat penerima (menjadi suatu energi) sampai sanggup membuat pingsan / sakit pihak diujung sana.
7. Logika: Bila memang SMS tersebut mengandung "kekuatan mistik" (jinnya jago digital, wah bisa direkrut utk jadi hacker tuh jin hehehehe) lalu mengapa hanya segelintir orang yang pingsan? buktinya pada tayangan di televisi SMS Setan tadi ditayangkan untuk dibaca jutaan pemirsa, toh tidak ada pemirsa TV yang ikut pingsan atau kejet2. :))
Jadi kesimpulan saya isu SMS setan dan nomor setan itu murni hanya kekhawatiran segelintir orang, atau bisa jadi malah dihembuskan pihak2 yang merasa khawatir dengan masuknya operator baru yaitu AXIS. Jadi hanya bagian dari persaingan tidak sehat.
Abah tidak bermaksud membela AXIS (dan abah kebetulan tidak pake Axis, tapi bukan berarti tidak akan lho, kalo dapet nomor cantik ya mengapa tidak), logikanya bila memang nomor telepon dengan unsur 08666xxx tsb mengandung setan berarti seluruh karyawan Axis bakal pada kesetanan donk? btw nomor prefixnya Axis bukankah 0838 ?? atau ada yang 08666 ya?. Anyway kan biasanya dan logikanya karyawan suatu perusahaan selular mau tidak mau akan mempunyai / menggunakan nomor ponsel keluaran perusahaan. berarti ada ratusan karyawan menggunakan angka 666 di kantor Axis, dan mrk saling telepon saling berkirim SMS. kalau memang itu nomor setan harusnya semua karyawan kesetanan. buktinya karyawan Axis baik2 saja, tidak pingsan masal seperti kejadian pingsan masal pada satu retail besar di bilangan sudirman beberapa hari lalu hahahhaa. Saya banyak kenal teman telekomunikasi yang kini kerja di Axis, many of them are good people, beberapa diantara mrk kebetulan karyawan andalan dan menjadi staf abah sewaktu masih kerja di selular dan saya sangat tahu reputasi2 orang2 seperti itu.
Dan bila angka 666 BENAR BENAR sedemikian berbahayanya lalu bagaimana dengan operator lain (non-axis) yang diantara nomornya pasti ada dan banyak yang pakai angka 666 juga misal 081xx666xxxx dst . Apakah ribuan pelanggan ponsel non-axis dengan "nomor setan" tersebut juga pada kesetanan? apakah sudah ada bukti? sepertinya tidak. Kalau ya pasti sudah heboh sedari dulu kala.
Abah berharap isu nomor setan ini akan mereda sama seperti kekhawatiran masyarakat atas Kolor Ijo.
Demikian pemikiran abah yang sekedar berdasarkan nalar Sang AWAM aja. Semoga analisa dan informasi abah ini benar adanya. Aamiin. Kalau ada yang tidak benar silakan disanggah, dikoreksi. Itu kegunaan yang hakiki dalam berblogging, kita jadi sama2 belajar. Semoga jadi sama2 pintar kan?
Salam hangat jabat erat,
Abah