Sebagai bagian dari acara Kebangkitan Nasional yang diprakarsai MenPAN dan Polri dipusatkan di Parkir Timur Senayan Jak-Sel maka Abah diminta menjadi salah satu pembicara. Judul seminarnya adalah "IT bagi Bangsa". Acaranya dibuka oleh menkominfo Bpk Muhammad Nuh. Pembicara seminar (sesuai urutan) Dr.Onno W.Purbo, Abah, Kombes Polri Petrus Golose dan Roy Suryo. Menurut panitia mas Roy tidak bisa datang tapi abah sempat ngobrol dengan ybs via SMS ternyata mas Roy sedang berada di Solo kalau nggak salah untuk Seminar juga. Waktu Seminarnya adalah Sabtu lalu, 28-jun-2008. jam 10:00-15:30 kalo gak salah (molor 1 jam). MenPAN juga berhalangan hadir karena semalaman nonton pagelaran Wayang Kulit sampai pukul 4 pagi sebagai bagian dari rangkaian acara tsb. Sayang abah nggak sempat keliling ngeliat stand2 padahal pengin tau juga teknologi yang dipamerkan semua POLDA. Bertindak selaku moderator seminar adalah si kasep kang Riyogarta (Hallah kok bisa tukeran tempat yah... untung aja si akang nggak ngadu2in saya seperti waktu saya "ngadu2" beliau di UBL yah) hehehhee.... Dari rencana 45 menit berhubung padatnya acara maka terjadi kompresi pada presentasi saya ;)) berhubung mulut abah nggak bisa di ZIP maka sekedar mengurangi paparan saja. Akhirnya sampai ke 35menit, dan sepertinya tepat waktu soalnya nggak sempat ditegur oleh kang moderator, atau moderatornya memang "terlalu baik" dan tau bahwa abah suka sekali ngoceh jadi dia biarkan abah ngomong.. tapi pasti bukan dibiarkan ngomong ngelantur yah.. hehehehe Paparan abah berjudul "Peran Software Developer bagi Kebangkitan ICT Nasional". Alesan abah mengambil topik itu adalah karena setelah 100 tahun kebangkitan nasional kini sewajarnya kita sambut 100 tahun kedua kebangkitan nasional dalam era globalisasi. Yang kita hadapi bukan sekedar 1 atau 2 penjajar melainkan ratusan bangsa asing yang juga masuk pada era globalisasi. Dan agar kita bisa menjadi "Pemain" bukan sekedar "Anak Gawang" bangsa kita harus dapat menyongsong Globalisasi tsb tentunya dengan dukungan Telematika dan yang paling banyak kaitannya dengan manusia adalah komputer itu sendiri. Nah itu berarti tidak terlepas dari Software, karena dengan Softwarelah manusia bisa terbantu oleh Komputer. Jadi kaitan Software pada Kebangkitan Nasional adalah sangat jelas. Blog ini adalah untuk memenuhi janji saya pada presentasi tersebut bahwa materinya dapat diunduh dari blog saya. Semoga bermanfaat, Aamiin.. Aamiin.. Aamiin.. Presentasinya abah simpen pakai PNG, bukannya karena tujuan khusus tapi berhubung ngertinya kalo dari OpenOffice Impress itu ya ekspor ke PNG hehehe.. tapi sepertinya lebih bagus karena file sizenya menjadi kecil. Untuk repotase lengkap mengenai acara tsb ternyata sudah dirangkum oleh mas Wibi, bisa dilihat di http://wibisastro.wordpress.com/2008/07/01/seminar-sehari-it-untuk-bangsa/wah nggak salah deh kalau blognya mas Wibi mulai jadi referensinya para wartawan karena sangat lengkap. Atau jangan2 nyambi kolumnis ya mas wibi? hehe Berhubung sempitnya waktu saya, saat ini baru sebagian bisa saya berikan penjelasan itupun sekedarnya. Seiring dengan waktu, pada waktu luang saya yang pertama akan saya berikan pemaparan yang lebih dalam. Salam Hangat Jabat Erat Abah
Dg kang Onno jadi tawa2 mulu
|
 | Yeah, proprietary and open source are like Tom & Jerry these days. The problem is, it is easier for any commercial company to reverse-engineer an open source software, even legally, while it is difficult, or even illegal, for an open-source developer to do the same to a proprietary software. |
 | The last point is the truest of them all, Boss. |
 | The last point is already done by Canonical, resulting in one of the most popular Linux distros on this planet today. |
 | Your 'To Government' is a fine point. However, could you expect such an action from a government who declared IGOS and made a deal with a monopolistic proprietary software company at about the same time? Sometimes I have the thoughts that IGOS is only a tool to create a bargaining power for the government to deal with M$. |
 | awam wrote on Jun 30, edited on Jun 30  Yeah, proprietary and open source are like Tom & Jerry these days. The problem is, it is easier for any commercial company to reverse-engineer an open source software, even legally, while it is difficult, or even illegal, for an open-source developer to do the same to a proprietary software.  menurut saya windows vs OS itu sama saja dengan perbedaan di OS itu sendiri distro 1 dengan distro 2 semua dibuat untuk kebutuhannya sendiri. semua membuatnya dengan suatu visi tertentu. bahkan aplikasi yang dibuat dan jalan di distro A belum tentu lancar di distro lainnya. Intinya suatu perbedaan jangan "diliat tambah beda" :)) tapi fikirkan tujuan utamanya yaitu "how to get things solved" bukan "what-nya" ;)). doing a reverse-engineer to a "free-look" opensource might risk the company to spent more !! training, coding ulang, ganti2 peripherals (yang mungkin gak jalan di OS). nah utk itu bahkan pada satu company yang sama mungkin jalan terbaik adalah kombinasi dari keduanya aja, yang penting bridging antar platform jalan then it shouldn't much trouble doing it. coz I done some *promosi nih yee* ;) |
 | awam wrote on Jun 30, edited on Jun 30 yup. Mark Shuttleworth donates usd 10 mio for ubuntu project !!! wwwhhooowww... lalu kenapa di kita nggak bisa? coba masing2 konglo kontribute 1M aja buat distro2 indonesia. wwhuiiihh.. pasti ciamik.. karena potensi putra bangsa gede banget |
 | True. There is always a choice. Either buy a legal copy of a proprietary software, use the FOSS, or use pirated version of a proprietary software. Each choice has its own consequences, of course. The question is, are you willing to pay the bill of each choice? If M$ wants to sell their software sky-high, that's their right. You have the right to use it if you're willing to pay for it. If a Linux distro is given away for free, that the developer's right to do that. You're free to use it as long as you are willing to learn it. If you want to use a pirated software, well, just don't complain when you suddenly face the law. |
 | A good ending, Boss. you don't have to take side to make a good presentation. I could learn a lot from it. Thanks. |
 | ajegile lu boss.. curiga amat ama pemerintah sih? hehhee... gue berfikirnya mencoba membuang segala praduga. dasarnya telematika itu bisa dikatakan diawalnya non-profitable atau bahkan high investment tapi kedepannya untung banget lah banyak celah yang bisa dijadikan duit. nah kalau swasta tidak di "pancing" atau di"karpet merah"kan utk bantu proyek telematika ya kecil kemungkinan mrk akan tertarik. pasti milih berbisnis properti aja.. bebaskan-bangun-jual.. bebaskan-bangun-jual.. duitnya langsung dapet.. :)) |
 | awam wrote on Jun 30, edited on Jun 30 A good ending, Boss. you don't have to take side to make a good presentation. I could learn a lot from it. Thanks.  thanks for some great input too. |
 |  kala yang satu ingin dipercaya.. sementara satunya tidak ingin percaya.. maka saat itu pupus sudah suatu komunikasi.. ;))
maka itu agar bisa terus mengikuti perkembangan abah milih utk percaya aja. toh lebih bikin hati ini enak (gak ngganjel).. toh kalo misal boong terus itu masalah yang boong.. bukan masalah abah .. hihihihi..
lagian kebayang susahnya jadi pemerintah.. bikin apapun pasti dikomentarin macem2.. dan misal kita masuk terlibat didalamnya.. pasti kita juga jadi cercaan.. ya gak?  True. That's why I never want to be a part of the government, nor any part of House of Representative. I've always been a renegade all my life, and I'd like to keep it that way.
Government is dubious glory, my friend. You have to compromise your way to be in power, and no political compromise is correct. You have to provide good government to stay in power. I understand that there is no perfect government, but there is good government. And for a government to be good means to keep on patching thing which have flaws in it. Now, the problem is if the patching is just for political show without any real good intention in doing so.
Government is really not my style, Boss. Never have, never will. I am my own man, making a living out of my own might, making friends with whoever willing to accept me as I am. I cry, I laugh, I smile, I frown, just like everybody else. The only difference is that I don't follow any rule set up by other but myself. There are consequences, of course, but I'm prepared to pay.
You know something? You are a real optimistic guy, and I really envy you. |
 | awam wrote on Jul 1, edited on Jul 1 You know something? You are a real optimistic guy, and I really envy you.  eits.. dulu abah kebalikan boss.. apa2 selalu mikirinya negatif, dasarnya kritis tapi lebih menjurus ke apatis. trus jadi kesel sendiri .. hahuahuahuhaa... dan saat itu abah berubah, jadi tetep kritis tapi gak mau ngomong negatifnya kalau nggak bisa berbuat utk positifnya. dengan demikian abah punya semangat buat diri sendiri... participating on some changes.. starts from a little thing.. even a very little one.. and don't bother the effect or how it would affect to others as long as I knew that I did a right and positive things then wuzz wuzz.. maju terus jack.. soalnya abah lebih takut ama Allah daripada ama sapapun. ;)) dan lantaran niat kita positif trus kalo misal ada pemerintah atau siapapun malah anggap negatif ya sudah kita adu goblok deh.. dia atau gue yang goblok.. hehehueeeehuheuheuheuhehuaaahauhauhauauhaaahhahaha |
 | hehehe... foto saya muncul juga euy Abah.. dah baca reportaseku di Blog? |
Comment deleted at the request of the author.
 | ok abah trims atas paparan tentang peran software developer bagi kebangkitan ICT nasional, dlm seminar sehari IT untk bangsa, walau pun saya tidak mengikuti smpai habis acara krn hrs sdh berbenah utk merapikan stand pameran, sy dri stand pemko banjarbaru. |
 | Terus terang perspektif ini baru buat saya. Walaupun saya ini bodo soal komputer tapi saya sering diskusi dan sekaligus mengunduh ilmu dari teman-teman IT, misalnya dari ITS. Kesan yang saya dapat, ada semangat yang terlalu berlebihan dari kubu open source untuk mengalahkan propietary. Demikian juga sebaliknya. Salut buat abah yang bisa membuka cakrawala. |
 | trims abah, smg abah bs kbanjarbaru, kaliamntan selatan, ntar sy anterin klu mau lhat batu permata, abah ajarin cara bkin blog yg benar & baik, krn sy mau buat blog buat kantor sy, sukses slalu buat abah, smg IT bangsa kt tmbah maju.... |
 | ane mah ape yang bisa bantu buat si abah ane bantu dah...kapan kita kan golongan anti kemapanan..he he he..we can always help the poor without killing the rich but rather,,,we bleeed the reech ..hue he he he...kata robin ut..dadang |
 | awam wrote on Jul 19, edited on Jul 19 abah ajarin cara bkin blog yg benar & baik, krn sy mau buat blog buat kantor sy  wah mas, beneran kantor mau dibikinin Blog? biasanya kantor gak pake Blog tapi Website aja, karena ada produk, visi dan misi, company profile dll kan? Kalo dibuatin blog brarti isinya cuma kegiatan2 kantor aja ya?, mendingan sekalian bikin portal aja untuk kantor. lebih interaktif, lebih atraktif dan bahkan kantor bisa untung dari iklan2. abah pernah bikin itu untuk klien. kalau mau kerjasama monggo. |
| |