Berani. Biasanya Berani memiliki kesan tindakan heroik, karena faktor sejarah. Berani juga sering diidentikan dengan Kebenaran. Pada dasarnya pria didunia akan bangga saat dirinya dibilang Berani. Dan ternyata kata berani juga disukai oleh wanita karena wanita senang dan merasa aman bersama Pria yang berani. Dan wanita senang bila dalam beberapa hal ia juga dianggap Berani. Pada intinya Keberanian adalah suatu yang dianggap mulia bahkan sangat mulia. Sehingga bila seseorang dinyatakan berani maka ia pasti.. Pasti.. PASTI .. akan bangga .. sekalipun hal tsb tidak diutarakannya secara nyata namun pasti, dalam hatinya ia memiliki rasa itu, dan itu manusiawi.
Berani dalam hal ini bukan sekedar berani atas suatu petarungan, tetapi jauh lebih luas dari itu, intinya adalah
BERANI menghadapi TANTANGAN !! bisa live challenge, tantangan ilmu, dll
Mengapa Berani dianggap mulia ? karena keberanian biasanya karena menghadapi suatu Tantangan, karena pembelaan atas sesuatu, atau karena ada yang dipertaruhkan (dari harta sampai nyawa) dan saat pertaruhan tersebut pasti peningkatan adrenalin yang sangat drastis, dll. Sehingga
orang yang pemberani dianggap mahluk yang sangat jarang ada. Lalu apa dengan demikian selain orang yang berani maka sisanya adalah orang yang tidak berani? dan apa berarti orang yang tidak berani diidentikan dengan Takut?.
Ironis, namun memang demikian yang terjadi seseorang yang tidak berani pasti dianggap penakut.
Masalahnya haruskah kita malu saat dibilang penakut? mengapa malu ? karena
rasa takut diidentikan selalu hanya dengan urusan nyali. Lalu haruskan kita malu karena mempunyai rasa takut? seharusnya Tidak !! tetapi hal itu banyak terjadi, karena umumnya
Takut diidentikan dengan Pengecut. Bila kenyataannya ada anggapan bahwa rasa takut identik dengan pengecut
lalu mengapa orang takut dibilang pengecut? sungguh aneh bukan?. Sadarkah kita bahwa pada umumnya rasa takut dapat pula timbul berdasarkan pemikiran sehat, berdasarkan suatu analisa, logika sehingga lalu timbul rasa takut, itu adalah rasa Takut yang Sehat, yang jernih. Dan selain itu
sejatinya rasa takut seharusnya hanya satu, yakni takut atas Sang Pencipta, yakni takut yang tercipta karena rasa takluk dan rasa hormat. Sehingga kita takut pada NYA. Maaf saya jadi melantur membicarakan tentang Takut. Pendapat saya mengenai rasa takut ini nanti harap baca saja: AWAM tentang TAKUT.
Kini kita kembali membahas tentang Berani. Berani yang dianggap karena tidak Takut. Betulkah Berani itu karena tidak Takut? anda akan surprise dengan kupasan sang Awam tentang dasar-dasar yang membuat suatu menjadi berani:
Berani karena Tidak tahuKeberanian yang timbul karena ketidak tahuan akan efek atas bahaya atau resiko yang akan dialami. Biasanya ini justru dilakukan oleh orang-orang yang bodoh dan sekedar mengandalkan semangat.
Berani karena BenarIni adalah keberanian yang didasari atas hakikat agama bahwa sesuatu yang dilakukan demi kebenaran pasti akan mengalahkan yang salah. Namun terpikirkah bahwa bila yang dihadapi juga manusia dan juga maju mengadapi kita karena ia merasa benar lalu siapa yang akan kalah? dua2nya merasa benar, padahal suatu yang pasti dalam pertarungan tsb salah satu dari YANG MERASA BENAR itu pasti akan kalah. Dan saat itu terjadi maka pihak yang kalah biasanya malah menjadi kecewa karena ia sudah Benar tetapi mengapa harus kalah?
Berani karena MasalKeberanian yang hanya timbul karena pelakunya merasa ia bagian dari suatu yang secara kuantitas bisa menghadapi lawan. Biasanya keberanian spt itu akan cepat sirna tatkala masa yang dibawa masih kurang untuk melawan suatu yang dihadapinya tsb.
Berani karena TahuIni adalah dasar keberanian yang hakiki, keberanian yang timbul bukan hanya karena tahu persis atas apa yang dihadapi, melainkan juga tahu benar bila ia gagal maka sejauh apa resiko yang harus dialami. Dan dapat pula karena Tahu persis bahwa ia mampu sehingga rasa Berani itu timbul, inilah keberanian sejati dan tentu dia akan maju dengan rasa percaya diri.
Berani karena MotivasiMotivasi merupakan dasar yang cukup baik dalam membentuk keberanian karena didalam motivasi ada rasa Percaya Diri, Keteguhan dan Tujuan. Namun keberanian atas motivasi ini menjadi tidak baik apabila kombinasinya dengan Berani karena Masal. Dimana kelompok masal tsb terpadu hanya untuk mengatasi sesuatu namun dengan tujuan atau Motivasi yang berlainan, dan setelah ia dapat mengatasi yang dihadapinya lalu Masa ini terpisah menjadi kelompok2 yang lebih kecil yang mungkin harus saling berhadapan demi mencapai Tujuan yang sebenarnya
Berani karena NekatIni bisa terjadi karena ketidak-tahuan atau justru karena tahu. Tahu bahwa iya tidak mampu mengatasi namun termotivasi atas sesuatu sehingga dia tetap Berani melakukannya hanya mengandalkan nasib. Sebenarnya sungguh perbuatan yang bodoh.
Berani karena NiatNiat biasanya mengiring tekad yang dibulat, sesuatu yang diiringi dengan Niat biasanya benar-benar mencapai tujuan karena Niat tsb tanpa disadari menjadi pemicu serta penguat diri, membentuk keyakinan suatu kemampuan untuk mencapai, meraih, mengalahkan, menaklukkan, mengatasi sesuatu.
Berani karena BantuanIni keberanian yang timbul karena suatu keyakinan bahwa bila kelak ia gagal, akan segera datang bantuan. Ini adalah keberanian dengan Jiwa yang kerdil. Karena pada kenyataannya sebenarnya ia lebih mengandalkan bantuan itu sendiri, dan bukan diri sendiri.
Berani karena TakaburIni yang dibilang over confident. Terjadi karena terlalu yakin dapat mengatasi, namun diiringi dengan pemikiran meremehkan lawan. Dia lupa bahwa diatas langit masih ada langit. Biasanya orang seperti ini akan sangat mudah untuk lalai. Dan sesungguhnya Kelalaian adalah musuh besar Keberanian, Lalai tidak pernah boleh beriringan dengan Keberanian. Selain itu dalam ketakaburannya dia tidak pernah tahu bahwa keputusan sang Sang Khaliq-lah yang menentukan.
Berani karena DoaSesuatu yang dilakukan manusia diawali dengan doa biasanya setidaknya merupakan perpaduan 2 hal: Ia merasa Benar, dan ia memiliki Niat teguh. Namun campuran lain yg mungkin terjadi seperti misal: Ia tidak tahu atau Ia Nekat maka Doa itu menjadi manifestasi ultima dari rasa Berani karena Dibantu!. Dan bantuan yang diharapkan tidak tanggung-tanggung, yaitu bantuan dari Sang Khaliq !!. Bila yang dihadapinya adalah sesama mahluk hidup juga apakah mereka saling tahu bahwa masing2 telah berdoa, sehingga masing merasa akan dibantu oleh Nya. Masing2 punya keinginan bahwa harusnya ia yang dibela Sang Khaliq !!. Pada kenyataannya Sang Pencipta yang Maha Bijaksana pasti memilih salah satu dan membuat pihak lainnya kecewa. Kekecewaan ini lalu kadang memicu ke hal yang sangat keliru dan bahkan menjadi suatu yang bodoh, yakni
menganggap Sang Khaliq tidak adil dan bahkan sampai musrik
menganggap bahwa Sang Khaliq ternyata tidak ada karena tidak dapat membantunya. Semoga kita, mahluk yang berakal, terhindar dari hal yang seperti itu.
Berani karena Takut
Jangan mengira Sang Awam salah tulis, ya memang maksud saya Berani karena Takut. Ada banyak orang yang Berani karena sebenarnya mereka Takut. Ini mungkin dapat dilakukan karena sudah terdesak dan pikiran buntu entah apa yang dapat dilakukan, lalu tiba-tiba timbul keberanian yang amat sangat. Keberanian seperti ini mirip dengan Berani karena Nekat namun dengan cara yang lebih terhormat karena bawah sadar dia yang menciptakan keberanian tsb.
Tapi ada pula rasa Takut tsb adalah karena Takut dibilang pengecut, Takut dijauhi teman atau pacar, Takut tidak dihargai, Takut dipandang remeh, Takut kehilangan kesempatan, Takut rugi dll. Dan takut seperti ini adalah rasa Takut yang negatif. Dasarnya adalah justru karena ia Tahu. Tapi ia tahu bahwa ia tidak mampu mengatasinya dan mungkin ia tidak berani menghadapi resiko yang akan terjadi. Tetapi karena rasa Takut diatas ia justru menjadi Berani.
Masih banyak lagi dasar yang membangkitkan keberanian, namun Sang Awam mencoba untuk membahas pada yang diatas saja.
Lalu diantara sekian banyak dasar keberanian yang mana yang paling baik? Sang Awam tidak dapat memilih satupun yang baik. Sang Awam berdasarkan logika menganggap yang baik adalah perpaduan dari beberapa sekaligus, yakni yang didasari
Kebenaran, Tahu, Motivasi, Niat dan Doa.Keberanian yang dilakukan tanpa dasar itu semua, menurut Sang Awam adalah keberanian yang benar!... hmm .. tapi maksud saya.. "
Keberanian yang Benar-benar KONYOL" !! Kenyataannya memang demikian. Sang Awam mengajak anda untuk mencoba merenungkan hal tsb, adakah itu benar? Apabila anda sepaham maka marilah jalani hidup ini dengan keberanian yang senantiasa berdasarkan Kebenaran, Tahu, Motivasi, Niat dan Doa.
Dan diantara itu semua hanya "Berani karena Tahu" yang benar2 suatu yang nyata sedang yang lain kasat mata. Dan sejatinya agar kita bisa Tahu berarti kita harus memiliki Ilmu, berfikir Sehat, wawasan luas, serta Bijak karena Agar Bisa Tahu itu sangatlah luas artinya, pembahasan tentang itu bisa dilihat pada: Awam untuk Tahu.
Sang Khaliq mengajarkan bahwa manusia yang sejati, manusia yang mulia adalah manusia yang Berani dan Berilmu, karena keduanya bisa mengantarkan manusia benar benar menjadi Mahluk yang Mulia.
Dan mengingat bahwa Berani itu adalah untuk Maju!. Tahukah anda bahwa
Berani untuk Tidak Berani justru dapat bermanfaat ?? Ingat AKAL sehat yang kita miliki, pernah kah terfikirkan bahwa
Berani untuk Tidak Berani itu juga memerlukan Ilmu, Akal (Strategi, logika) dan bahkan Nyali, karena jelas resikonya ia akan dianggap Takut (tapi jangan khawatir, anggapan tersebut justru biasanya datang dari orang yang bodoh, picik, emosional dll), Akan dikucilkan, ditinggalkan (So what?). Namun Berani untuk Tidak Berani memang membutuhkan suatu tindak lanjut (tidak sekedar Diam atau Mundur). Tindakan untuk melakukan hal lain yang berguna, yang mulia, (bisa dengan kembali Menghadapi setelah ia siap kelak, atau dengan melakukan tindakan lain (dengan tujuan yang sama atau lebih mulia) sehingga membuktikan bahwa saat ia Tidak Berani itu karena ia PINTAR !!, dan Sang Khaliq menyukai manusia yang pintar, yang menggunakan Akal. Dengan cara tsb ia mengatasi masalah secara Mulia, dan sebagai orang yang Mulia maka lingkungan (atau bahkan lawan) akan salut dan segan kepadanya.
Saat anda harus membangkitkan keberanian anda untuk menghadapi sesuatu, kini fikirkanlah, keberanian seperti apa yang perlu anda sertakan?
Salam.
Sang Awam.