Abimanyu Panca Kusuma's posts with tag: kebenaran

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kebenaran
Blog EntryAWAM menyentuh NURANIJul 9, '06 5:19 AM
for everyone
Sang Awam berharap ulasan ini menarik untuk dapat lebih digali dan diolah lebih mendalam dimana Sang Awam meyakini bahwa pada dasarnya perilaku atas hasil kerja 3 komponen utama: Tubuh, Akal dan Nurani.

Tubuh adalah sebagai media bagi manusia tsb utk berinteraksi dengan alam melalui indra2nya (yang tidak akan dibahas sang Awam karena ini bukan pelajaran biologi hehe).

Akal secara dominan mempengaruhi otak dan karena otak mengendalikan Tubuh maka akal secara tidak langsung juga mengendalikan tubuh.

Sedangkan Nurani "Pada dasarnya" adalah bekal dari Sang Pencipta, Sang Khaliq yang sudah tertanam dalam tubuh kita. Bekal tersebut pada dasarnya telah sempurna sedari lahir dan tidak dapat berubah oleh siapapun kecuali, tentu Sang Penciptanya. Semua hal dasar mengenai kebenaran telah tertanam pada Nurani, contoh: manusia harus berkata / melakukan hal yang baik; tidak boleh berbohong; mau menolong; tidak boleh menyakiti; dll karena fungsi Nurani adalah menjaga manusia untuk tetap menjadi Mahluk yang Mulia (baca AWAM terhadap KEMULIAAN).

Tidak seperti Akal (yang bekerja atas olahan otak, kebutuhan, logika dimana selain itu ternyata Akal juga bekerja atas pengaruhi pihak lain, pemikiran Agama dan bahkan hasutan Setan) Nurani bekerja secara independen dan tanpa pengaruh siapapun

Atas dasar apa Sang Awam menganggap Nurani telah sempurna sedari lahir?
Otak (sebagai bagian dari tubuh dan diyakini sebagai pengendali tubuh yang utama) sudah tentu memorinya kosong saat dilahirkan. Spt Sang Awam katakan bahwa Nurani untuk menjaga perilaku manusia agar tetap Mulia dan Nurani ada dalam tubuh. Nurani juga mengendalikan otak kita dengan "Dasar Perilaku Yang Benar". Cara eksekusi Nuranipun terhadap Tubuh sangat simpel: bila baik lakukan dan bila tidak baik jangan lakukan, Nurani tidak punya nafsu tetapi punya Sabar, Nurani tidak punya rasa tapi punya instinc. Itu alasan mengapa sang Khaliq mengatur Tubuh agar mudah menuruti Nurani bahkan seringkali tanpa perintah karena memang sifat Nurani yang mulia. Dan begitu mulianya nurani sehingga bila manusia setelah melihat sesuatu yang memilukan lalu melakukan perbuatan yang baik diistilah bahwa manusia tsb "terketuk nuraninya".

Sang Awam mencoba memberikan perumpamaan mudah mengenai Nurani (Bagi yang sulit mengartikan pengaruh Nurani pada tubuh) yakni semisal Otak adalah Komputer maka Nurani adalah seperti ROM (Read Only Memory), atau bila Otak adalah pengurus Organisasi maka Nurani adalah AD/ART (Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga). ROM tidak pernah dapat berubah isinya dan fungsi dasarnya adalah menjadi acuan baku bagi komputer dalam memproses / melakukan pekerjaan. AD/ART dibuat sebagai acuan dasar pengurus organisasi dalam melakukan kerja.

Ingat sekali lagi Nurani bukan hanya ada dihati, Nurani bukan hanya ada diotak, Nurani ada pada seluruh tubuh, sebagai Live Dictionary bagi tubuh.

Selain Nurani, dalam menjalani hidup manusia juga memiliki bekal lain yang lebih dominan mengendalikan tubuh, suatu bekal yang memerlukan otak sebagai mitranya, Akal (baca AWAM menggunakan AKAL). Dan dengan perumpamaan Otak adalah Komputer maka Akal adalah CPU (Central Processing Unit). Akal secara "de facto" mempengaruhi otak untuk mengendalikan Tubuh lainnya. Otak yang pintar biasanya dianalogikan otak yang ber-Akal. Kepintaran tsb bukanlah gift melainkan sebagai olahan dari apa yang diperoleh otak. Dengan demikian Akal membutuhkan banyak hal (data, pengalaman, logika dll) utk memerintahkan Tubuh untuk melakukan suatu aksi/reaksi. Dalam segala perilaku manusia tubuh akan lebih mudah dikendalikan bila diperintah untuk melakukan hal yang sesuai Nurani (karena sudah tertanam) akan tetapi Akalpun memiliki kuasa lebih atas Tubuh untuk melakukan suatu tindakan.

Contoh ringan:
Nurani bereaksi atas kesedihan / keprihatinan sambil melakukan tangis dan memompa jantung (dengan degup). Banyak yang tahu bahwa tangis berguna mengeluarkan emosi. Dan saat prihatin / sedih tsb mata kuyu dan badan akan lemas / lunglai, maka dari itu jantung otomatis bekerja ekstra untuk menguatkan tubuh. Dan tubuh otomatis memancarkan energi kesedihan tsb, bila energi tsb diterima orang sekitar (yang sensitif atas gelombang2 energi tsb) maka segera terasa pancaran kesedihan.

Tetapi Akalpun bisa membuat orang mengeluarkan tangis dimana tangisan tsb bukanlah hasil dari suatu yang naluriah, dan sebenarnya cara mengetahuinya sangat mudah, mata orang tsb tegang (karena ngotot untuk mengeluarkan air mata secara paksa), jantungnya tidak berdegup kencang dan badan tidak lunglai, dan yang utama orang yang sensitif atas pancaran energi tidak akan merasakan kesedihan orang tsb.

Penjelasan lain mengenai pengaruh Nurani atas tubuh serta sensitifitas tubuh atas Energi bisa dibaca pada AWAM terhadap TUBUH.

Contoh sedang: Ternyata Nuranilah yang mengendalikan Refleks.
Gerak refleks, senantiasa dikatakan gerakan bawah sadar, karena tanpa analisa dari Akal dan tanpa perintah tubuh akan langsung bergerak. Adapun gerakan refleks berbeda dengan gerakan hemistasi. Reflek adalah gerakan cepat, responsif sebagai suatu reaksi. Sedangkan hemistasi adalah gerakan natural otot yang otomatis melakukan pengenduran / saat setelah terjadi stressing pada otot tsb.

Ingat satu hal bahwa gerakan satu anggota tubuh bukanlah atas tarikan satu dua otot melainkan gerakan banyak bahkan ribuan otot secara kompak. Dan gerakan refleks pasti merupakan penghindaran atas suatu hal yang membahayakan atau menyakitkan.

Dalam hal refleks apakah mungkin Tubuh bisa bergerak sendiri tanpa perintah? Well, Sang Awam memilih menjawab TIDAK (entah anda sepaham atau tidak). Adapun jawaban yang diperlukan tidak sekedar YA / TIDAK tetapi dengan lebih memperdalam siapa / apa yang menggerakan Tubuh tsb.

Penjelasan mendetail mengenai pengaruh Nurani atas Refleks bisa dibaca pada AWAM terhadap TUBUH

Contoh mendalam: Nurani tidak pernah tidur!
Saat kita tertidur Akal kita akan beristirahat namun tidak demikian dengan Nurani. Ilmuwan telah memastikan bahwa perbaikan sel yang paling efektif adalah saat tubuh sedang tertidur. Bila tanpa Otak/Akal lalu "apa" yang memberitahukan tubuh mengenai cara memperbaiki dirinya? Pemikiran dangkal akan menjawab "Oh itu sudah dari sananya, spt yang diajarkan ilmu biologi bla bla.." namun penjelasan tsb ternyata akan terpentok. Ingat salah satu inti perintah Nurani pada tubuh adalah ”bila baik maka lakukanlah dan lakukan yang benar” maka Tubuh dapat memperbaiki diri secara benar dan bertahap. Lebih dari itu tidak ada anggota tubuh yang saling berebut dalam mengatur sel tubuh mana yang akan diperbaiki terlebih dahulu semua dengan skala prioritas yang sangat sempurna berbekal asupan vitamin, mineral, protein dll yg diterima tubuh manusia.

Bayangkan bila Akal ikut campur mengatur tubuh saat memperbaiki diri, mungkin sekali Akal tidak akan melakukan perbaikan secara adil, Sang Awam sangat yakin bila itu terjadi pasti Akal manusia hanya akan mengkonsentrasikan segala asupan hanya untuk memperindah tampak luar manusia saja (agar keliatan manteb dan kece gitu loh, kata anak2 muda), mengutamakan perbaikan wajah, memperindah bentuk luar tubuh dll. Ternyata begitu mulianya Nurani yang bersifat sangat Adil, memperbaiki anggota tubuh berdasarkan prioritas kesehatan, dan dalam hal body recovery belum pernah sekalipun Tubuh kita salah perbaikan bukan?.

Sang Awam bahkan meyakini bahwa mimpi yang kita alami sebenarnya disutradarai oleh Nurani dengan melakukan banyak impuls terhadap otak yang stress (akibat pengaruh Akal saat tubuh masih terbangun). Terkadang ada orang yang mulut bergerak / bahkan berbunyi hal tsb sebagai perbaikan stress area mulut (yg mungkin banyak tegang mengucapkan kata2 yang tidak patut). Atau saat tidur terkadang manusia mengigau sampai mengucapkan sesuatu (sebagai ungkapan riil atas sesuatu yang ia sebenarnya tidak berkenan).
Lalu apa yang terjadi dengan orang ngelindur? itu adalah kendali total Nurani dalam gerakan tubuh manusia. Buktinya? sejauh sepengetahuan Sang Awam, saat orang mengingau maupun ngelindur hanya melakukan aktifitas biasa dan tidak pernah melakukan kegiatan yang menyakitkan orang lain maupun menyakiti tubuh sendiri.

Sebenarnya masih sangat banyak contoh pengaruh Nurani dalam perilaku dasar manusia yang terlalu panjang bila dibahas satu persatu, Sang Awam dengan senang hati membahas / mendiskusikan hal itu dengan anda pada kesempatan lain. Dengan contoh2 ringan diatas kita ketahui kekuatan hebat Nurani dalam mengendalikan Tubuh, namun disisi lain Akal juga mempunyai kendali terhadap Tubuh.

Berdasarkan semua diatas jelaslah bahwa Tubuh bekerja secara Nurani dan kemudian Akal dapat melakukan perintah pula, Disaat Akal sejalan dengan Nurani dalam melakukan sesuatu maka tubuh akan sangat luwes melakukannya, karena itu Manusia yang Sempurna adalah yang kerja sama Nurani dan Akalnya sangat harmonis atau sejalan.

Setelah melihat begitu besar kekuatan, kebaikan Nurani serta daya sembuhnya yang DAHSYAT, Sewajarnyalah manusia yang Mulia dengan Akal yang sehat akan termotivasi untuk mulai melakukan hamoninasi antara Akal dan Nurani. Bila anda selama ini telah hidup berdasarkan Nurani maka kita akan mengakui hal diatas, namun bila Akal anda telah secara dominan mengalahkan Nurani maka anda akan mencemoohkan hal diatas.

Sudahkah kita bertindak berdasarkan Nurani? pssstt... sudahlah.. kita tak usah repot2 menjawab, biarkan Nurani yang menilai kebenaran jawaban kita sendiri.

Selanjutnya bila anda ingin tahu lebih lanjut mengapa TUBUH SERING MERASA SAKIT dan apa peran Nurani atas hal tsb maka sang Awam menganjurkan anda untuk membaca AWAM melihat KONFLIK TUBUH


Salam,

Sang Awam

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help