Abimanyu Panca Kusuma's posts with tag: moral

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag moral
Blog EntryAWAM menyentuh AKALJul 9, '06 5:18 AM
for everyone
Pada artikel AWAM menyentuh NURANI telah dibahas betapa Nurani sangat berpengaruh pada tubuh. Lalu apa peran AKAL dalam kehidupan manusia?

Akal adalah suatu keistimewaan yang diberikan oleh Sang Khaliq pada Manusia dan yang membedakan Manusia dengan mahluk lainnya, Akal pula yang jelas sebagai icon bahwa manusia adalah mahluk yang Mulia dan Sempurna. Manusia dimanapun mengetahui dan mengakui keunggulan Akal. Dalam kehidupan kita sehari2 saat kita terpentok pada masalah yang sulit terpecahkan otak maka seringkali kita mengunakan solusi Akal.

Tergelitikkah anda untuk mengetahui dimana sebenarnya letak Akal tsb? apakah Akal = Otak? Bila anda termasuk yang berpendapat bahwa Akal diidentikan bagian dari Otak maka sewajarnya bisa diketahui letak persis Akal pada otak. Coba tanyakan kepada ahli medis, dimana persisnya letak Akal? Anda tidak akan mendapat jawabannya bukan? Bila Akal = Otak atau dianggap bagian dari otak bukankah berarti Akal juga ada pada kera, kambing, ikan teri? tetapi ternyata tidak bukan? Kita mengetahui fungsi otak adalah utk berfikir, mengingat, menganalisa, menginstruksikan tubuh utk bergerak dll. Contoh konkritnya ilmu eksakta sepenuhinya bisa dipahami cukup dengan Otak saja.

Lalu kembali dengan pertanyaan diatas, apakah berarti Akal beda dengan Otak? Sang Awam meyakini bahwa jawabannya adalah YA. Dan Akal sungguh merupakan systems balancing yang telah diciptakan sang Khaliq. Pada bahasan AWAM menyentuh NURANI jelas sang Awam utarakan peran Nurani yang mengendalikan Tubuh (termasuk Akal) sedangkan Akal tercipta sebagai media yang hanya bisa mempengaruhi Otak tetapi tidak terhadap Tubuh. Contoh konkritnya ilmu Agama tidak cukup dipahami dengan Otak, melainkan harus dengan Akal sedangkan pemahaman agama secara Iman itu adalah pemahaman secara NURANI.

Untuk memahami perbedaan respon manusia atas ilmu Agama dan ilmu Eksakta bisa anda lihat pada AWAM memahami AGAMA.

Akal hanya bisa berfungsi via Otak (karena memang hanya bisa mempengaruhi Otak) dimana biasanya pada orang yang cacat mental atau cacat otak maka Akalnya juga rusak sedangkan Nurani mereka akan tetap ada.

Apabila perintah Akal kontradiktif dengan Nurani maka akan terjadi Konflik Tubuh. (Baca AWAM melihat KONFLIK TUBUH).

Perbedaan yang jelas antara Akal dan Nurani
Akal dapat bekerja atas hasil olahan otak, kebutuhan manusia tsb, logika, kesempatan dll. Dan selain itu ternyata Akal juga bekerja atas pengaruh pihak lain, pemikiran Agama dan bahkan hasutan Setan
Sedangkan Nurani sangat teguh dan tidak dapat dipengaruhi apapun maupun siapapun.

Akal memiliki kelebihan yang tidak dimiliki Nurani yakni senantiasa berkembang. Dan solusi / reaksi atas sesuatu akan mungkin berbeda cara mengakali antara satu kasus dengan yang lainnya. Mengenai kelebihan tersebut sang Awam tidak mengatakannya sebagai suatu keistimewaan karena kelebihan tersebut bisa pula condong ke sesuatu yang negatif.

Sang Awam melihat fakta sekitar sering terjadi bahwa orang yang jelas melakukan hal negatif (bahkan kenegatifan tsb diakui oleh ybs) tetapi hal yang negatif tsb tetap dilakukan, terkadang mencari pembenaran atas perilaku negatif tsb dan bahkan kerap disampaikan sebagai suatu kebanggaan.  Tetapi sang Awam cukup jeli memperhatikan gerak-gerik orang spt itu dimana setelah ia mengucapkan kebanggaan semu tsb lalu mulut atau tangannya bergetar yang mana berarti tubuh orang tsb mulai Konflik karena sang Nuraninya prihatin atas perilaku Akal orang tsb tetapi ditahan oleh Akalnya.  Sang Awam bersyukur mendapat karunia dari sang Khaliq untuk jeli mampu memperhatikan hal yang seperti itu pada orang sekitar.

Sebenarnya Akal bukanlah suatu yang sahih untuk diajarkan kepada orang lain, karena varian dari akal akan banyak sekali. Solusi dari orang yang berakal bila diberikan kepada yang kurang akal hasilnya akan berlainan.  Akal2an yang bisa dilakukan seseorang belum tentu dapat dilakukan orang lain.  Itu bukan mutlak karena orang yg tidak dapat melakukan tsb adalah kurang akal namun bisa juga karena JUSTRU cukup kuat untuk mengikuti nurani sehingga mampu menolak Akal yang tidak baik dan mencari solusi lainnya.

Otak selalu menghitung 1 + 1 adalah 2 sedangkan dengan Akal jawabannya mungkin 1 atau 3 tergantung bagaimana Akal melihat konsekuensi dari jawaban atau respon yang diharapkan oleh Akal tsb. Sekalipun demikian Akal sebenarnya mengakui bahwa 2 adalah jawaban yang benar. Pengingkaran atas kebenaran tersebutlah yang seringkali mengakibatkan KONFLIK TUBUH (Baca AWAM melihat KONFLIK TUBUH)

Kini tinggal tergantung pada kita, selaku manusia, yang (katanya) pintar, seberapa jauh mau mengakali sesuatu? akankah kita selalu melakukan sesuatu secara akal2an negatif? ataukah kita akan mencoba akal positif yang akan mendominasi? Ataukah kita ingin mencoba untuk melakukan sesuatu dengan cara yang biasa dulu, tanpa akal2an? semua ada efeknya sendiri2, semua ada konsekuensi yang berbeda dan hasilnya toh kelak akan kembali kepada kita. Jadi semua itu kembali kepada anda.

Sudah matang dan benar kah Akal2an anda selama ini? pssstt... sudahlah.. kita tak usah repot2 menjawab, biarkan Nurani yang menilai kebenaran jawaban kita sendiri. (Lho kok mengapa Nurani yang harus menjawab? hal itu karena jawaban tsb utk diri anda sendiri jadi biarkan Nurani menjawab dengan kejujurannya, Tetapi bila jawaban anda tsb untuk diketahui orang lain, anda tidak usah repot2 menjawab karena sang Awam meyakini bahwa anda pasti akan menjawabnya dengan kata SUDAH, bukankah begitu?

Bila anda telah juga membaca AWAM menyentuh NURANI dan AWAM melihat KONFLIK TUBUH mungkin anda laik untuk membaca AWAM memahami AGAMA.


Salam,

Sang Awam

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help