Abimanyu Panca Kusuma's posts with tag: roy suryo
Pssst.. fyi, ini akhir trilogi dari pengungkapan dibalik "debat" itu tuh. Pernah inget kalo lagi ujian essay? pertanyaan yang hanya sebaris dapat dianggap terjawab kalo kita bisa menerangkannya dalam 1 atau bahkan 2 halaman. And that is how it works. Ya kan? Nah itu pula lah yang terjadi pada acara "debat" antara bung Riyogarta dan bung Roy Suryo. Kita analogikan pertanyaan 1 menit dari bung Riyogarta akan dijawab selama 10 menit oleh bung Roy Suryo. Begitu pula yang dilakukan oleh bung Roy dalam menjawab pertanyaan dari floor. Salah kah? ya nggak donk, karena justru itu yang membuat acara jadi menarik. Bayangkan dengan "analogi SOAL UJIAN" tadi kini kita gunakan pertanyaan model benar-salah. Setelah ditanya panjang lebar (biasanya malah lebih dari 1 baris) trus kita tinggal lingkari B atau S. Bayangkan bila mas Riyogarta membuat pemaparan yang panjang lalu diakhiri pertanyaan yang membutuhkan penjelasan trus tau2 dijawab bung Roy Suryo cuman singkat "ITU BENAR! atau SALAH!" apa nggak yang nanya akan malah bete? ya kaaan? =)) =)) Btw, saya jadi inget jokes: "Apa yang kau sampaikan kalau bertemu kekasih, jawab secara essay" dan dijawab "E... Say... aku kangen lho sama kamu say!"... haalllaahh maksa pisan :)) Sorry lagi serius2 malah canda lagee.. oh iya, tentang foto diatas, Ki-Ka:Riyogarta, Bruri Trya Sartana, Abah, Roy Suryo, Linda Islami, Fahmi Bagi yang hadir atau menyimak acara tsb pasti ingat dalam menjawab pernyataan atau pertanyaan dari bung Riyogarta penjelasan bung Roy sangat panjang lebar tetapi berhubung "so far" masih mengacu pada topik jadi sering saya biarkan. Toh bicara panjang itu juga "pilihan" (ini kata2 yang sangat ngetrend pada acara itu hehehe). Bicara panjang akan menguntungkan karena bisa tuntas menjelaskan secara lengkap. Taaaapi sebenarnya juga bisa terjadi sebaliknya, semakin panjang bicara semakin habis bahan sehingga berkali2 diutarakan yang itu2 juga. Dan dengan membiarkan itu bukan berarti saya "menjerumuskan suatu pihak" tetapi karena saya menghargai fenomena essay tsb. Beneran lho.. suwer tekewer-kewer.. abah berani disumpahin jadi kaya seumur idup deh hihihi Kalau bung Roy Suryo sudah kelamaan bicara toh saya minta untuk di stop. Mengenai bung Roy yang kadang terlihat tidak "langsung/cepat stop" itupun tidak perlu saya protes (ntar bisa jadi debat 3 arah donk hahaha) selain itu publik jelas bisa menilai kejadian tsb. Hal itu berbeda dengan Bung Riyogarta yang sangat anteng dan selalu berbagi waktu. Tapi walau anteng begitu ybs juga pernah complaint kepada saya atas kenakalan" bung Roy, kira2 bung Riyogarta bilang ke saya seperti ini "duh Roy kelamaan tuh jawabnya" :)) dan saya tetap bilang harap tunggu ya. (mosok disana saya musti jelaskan kepada bung Riyogarta fenomena essay itu wah ndak lah) Eeehhhh.... rupanya tanpa saya duga sama sekali bung Riyogarta gak tinggal diam.. dia punya move2 yang bisa saya katakan "smart" dalam menggerakan bidak2"nya ... dan apakah itu? sadarkah anda (yang menyimak) bahwa disela2 penjelasan bung Roy Suryo tsb tau bung Riyogarta seringkali asik memainkan "layar tancep" (projector screen) utk menayangkan hal2 yang mengganjal berupa kutipan2 statement bung Roy Suryo dan ternyata banyak juga slide kutipan2 tersebut. Saya sampe bergumam dalam hati "waaah mas Riyogarta memang sudah mempersiapkan dengan matang dan lengkap". Kenakalan bung Riyogarta seharusnya saya tindak karena mengganggu penjelasan bung Roy Suryo. Taaappiii kok saya diamkan juga?.. yah dalam "istilah belandanya" adalah "cincay laah... haiyaaa" kenakalan dibalas dengan kenakalan.. yo wis tho... score "satu sama"... saya lega deh.
Dan hal yang sangat diluar dugaan debat yang tadinya berkesan adu prinsip.. dengan bergantian melakukan pemaparan ke publik tiba2 berlanjut ke debat langsung antar kedua pihak. Saya sempat berpikir.. "nah ini dia saat sang Pelanduk akan mati... HAHAHHAHAHA" untung ternyata masih bisa idup. Adapun cara saya menenangkan keduanya hanya dengan jokes adalah karena saya sangat percaya atas kedewasaan mereka berdua sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. terbukti bukan mereka sangat mature untuk saling menerima perbedaan itu dan tidak ngotot.. tidak melotot.. tidak sewot.. . Secara pribadi (setelah melepas atribut moderator tsb) saya menilai bahwa: -
Menanggapi "dugaan atas kesalahan2 pernyataannya" bung Roy Suryo saya perhatikan (correct me if I am wrong) sama sekali tidak mengutarakan kata2 legawa misal "oh maaf mungkin waktu itu saya salah istilah, tapi maksud saya adalah..bla bla" karena toh kita masih manusia pasti punya khilaf. Dan sayangnya bung Roy acapkali menjelaskan "bahwa kesalahan2 pada banyak artikel adalah wartawan yang salah persepsi" anyway dalam hal itu tentu bung Roy punya alasan tersendiri mengenai hal tsb, yang mana yang betul wallahualam. -
Saya melihat memang banyak sekali blogger2 yang hanya bisa mencerca, mencaki bicara miring tentang bung Roy Suryo, hal tersebut bisa saya anggap tidak punya estetika dan tidak punya nyali untuk menghadapinya langsung. Ingat bahwa seorang Roy Suryo tetaplah suatu sosok manusia. Apa segitu parahnya kerugian kita selaku internetters, selaku bloggers? apakah segitu besarnya kesalahannya sehingga patut menerima cacian yang sedemikian? apakah dia korupsi? ataukah anarkis? penjahat? pembunuh? pemerkosa? nggak seperti itu bukan? memang wajar ada yang membenci atau menyalahkan (itu sepenuhnya hak anda) tetapi lakukan dengan cara yang menghormati harkat dan martabat kita sendiri sebagai manusia. -
Memang bung Roy terlihat "sepertinya" lebih banyak berkelit, bila saya yang menjadi beliau pasti saya akan memaparkan hal yang lebih luas yang menjadi concern saya dan biarkan floor yang menilai atas concern saya tsb. -
Diantara sebagian orang yang membencinya ternyata banyak juga yang ngefans. Banyak yang minta foto, dan bahkan saya lihat gadis2 sempat berebutan untuk berfoto dengannya setelah acara berlangsung, dan ada "hacker" yang mencari kesempatan "berkonsultasi / berdiskusi" kepadanya. Hal itu menurut saya bagus juga sebagai pengimbang bahwa pada sisi lain dia bermanfaat. Bukankah itu arti yang sejati dari hidup? agar kita bermanfaat bagi orang lain!. -
Saya sendiri yakin bahwa seorang Roy Suryo sekalipun tidak menggunakan blogging untuk menyampaikan aspirasinya tetapi beliau juga banyak membaca blogging. Dan analisa saya sebelum acara tsb dia sudah membaca blog bung Riyogarta, analisa ini karena ternyata skalipun tidak ditanya siapapun tau2 ybs menjelaskan bahwa dia benar2 dosen UGM dan bahkan bicara sampai soal gaji (dan ingatkah anda saat itu saya mengingatnya melalui mic bahwa bung Roy keluar topik). -
Seorang Roy Suryo adalah pribadi yang terbuka dan berani. Dia mau datang ke "kubu lawan" berbicara lantang diantara para "penentang" juga media pers. Dia menyampaikan sesuatu yang dipandangnya benar. Saya angkat topi untuk mas Roy (sayang saya nggak punya topi lebih dari satu, ada juga topi buat golf, kalo diangkat2 ntar panas kena matahari.. hehhe) -
Semoga seorang Roy Suryo walau "dianggap kontroversial" tetap bisa tegar dan kelak fenomenal, misal sama seperti halnya pak SBY, disatu pihak dipuji tetapi juga dicaci tetapi kiprahnya secara bertahap dapat memfasilitasi terjadinya pembersihan negara dari koruptor dan keterpurukan yang berkepanjangan. Tentang Bung Riyogarta: -
Jarang orang yang tadinya sangat biasa bahkan tidak pernah terdengar (atau jangan2 saya yang "kuper" yah hahahaha) yang tau2 bisa langsung melejit dan meroket sehingga dikenal kalangan blogger sebagai pahlawan" pembersihan nama blogger (yang konon jadi sempat dicap buruk dimata publik) tetapi tetap tenang dan terlihat cukup berhati2 dalam movenya dan tetap "membumi". Saya menilai bahwa beliau adalah seorang welldone cooker, membuat persiapan yang sangat matang dalam setiap kiprah, tampil tetap tenang dan low profile. -
Namun satu masukan saya bagi beliau adalah dalam berperang/duel jangan bawa senapan yang memang bisa menembak jitu tapi hanya satu per satu.. melainkan bawalah "senjata otomatis" yang bisa memberondong lawan dan hanya berhenti saat peluru habis... istirahat untuk mengisi lagi dan lalu?.. ya berondong lagi.. isi lagi.. berondong lagi.. semoga bung Riyogarta tahu "maksud yang tersirat diatas" :)) -
Saya suka dengan konsistensi beliau. ditengah "distorsi" dan segala pengaruh blogger sekitarnya yang bisa dikatakan berpotensi mempengaruhinya tetapi beliau tetap konsisten pada apa yang dia perjuangkan dan dia lalu pasti akan terus bergerak untuk perjuangan selanjutnya.. dan selanjutnya. -
Mengapa bung Roy Suryo menyambut ajakan bung Riyogarta? karena bung Riyogarta memilih jalur diskusi langsung. Bung Riyogarta mungkin tidak mau terjebak dan berkutat pada diskusi belakang layar. Ini salah satu yang tersurat tapi yang tersirat? "mungkin" pada setuju pandangan abah bahwa surat terbuka dari Riyogarta tsb cukup menampilkan aura bahwa ajakannya bukan sekedar tantangan mengadu ilmu/otot/oceh tetapi mengadu pandangan dan menjelaskan apa yang mendasari hal tsb, yang terlihat pada surat tsb bahwa mas Riyogarta tidak terbakar emosi. -
Banyak respon bahwa langkah bung Riyogarta adalah suatu kesabaran yang "amat sangat" karena (analoginya) kalau mereka yang berhadapan dengan bung Roy Suryo mereka tidak tahan untuk BEEP.. atau BEEP... dan bahkan BEEP ke mas Roy Suryo. Sorry nih mesin sensor saya lagi sensitif akhir2 ini jadi bentar2 ngeBEEP.. ;)) tapi untung keBEEP.. kalo ngga pasti yang baca langsung ngomong "astagfirullah".. sama saya juga gitu waktu denger komentar2 mereka... :) -
Dia bisa memikat banyak pihak, dan siapa tahu dia kelak menjadi IT idol. Semoga saat itu terjadi dia tetap dapat bersahaja seperti sekarang. Mengenai keduanya: Saya analogikan keduanya bagai termos air panas. dapat memendam air yang sangat mendidih didalam tetapi tetap adem diluar dan saat air panas tsb tertuang dilakukan secara perlahan sehingga tidak melukai atau melepuhkan keduanya. Jelas sekali citra intelektualisme dan profesionalisme mereka. dan mereka juga humoris, terbukti skalipun sedang "overheated" tetapi tetap tertawa saat saya lontarkan jokes2 ringan utk cooling down. Frankly speaking I admire you both on certain things. In deed both of you are a great value for the country.
Akhir kata, menyudahi "trilogi" pengungkapan sisi lain dari acara tsb, Saya, Abimanyu Wachjoewidajat.. eh Abah... menghaturkan kepada bung Roy Suryo dan Riyogarta, kepada yang menyimak acara tsb baik langsung maupun online, kepada para pengamat IT, pengguna Internet di Indonesia pada umumnya dan rekan2 blog saya, terima kasih yang sebesar2nya atas penerimaan anda terhadap sumbangsih sukarela saya sebagai moderator. Saya mungkin kurang fair saat itu, saya mungkin kurang netral (walau itu semua sudah saya upayakan), tetapi satu hal yang pasti bahwa semua itu saya lakukan dengan niat baik. Mohon maaf apabila ada kata yang menohok, ungkapan yang berlebihan, jokes yang mungkin menyinggung, maupun hasil yang dicapai. Percayalah itu semua terjadi karena keterbatasan saya sebagai manusia, yang tentu tidak lepas dari kekhilafan dan kekurangan.
Semoga Sang Khaliq, selaku yang Pencipta dan yang Maha Kuasa memberikan kita berkah dari apa yang kita lakukan dan bisa kita amalkan demi kepentingan kita bersama, kemajuan bersama, walau kita beda agama, beda suku, beda ilmu tapi kita punya satu nama yang sama, Indonesia.
Salam hangat jabat erat Abah (pheww.. kelar juga nih.. udah ah abah gak ngerepotin ente2 lagi buat nunggu2 edisi lanjutnya yah)
Tentang jalan acaranya bisa anda simak dari berbagai situs. kalo abah ceritain disini jadi basi doonk... anyway yang abah akan blog adalah sisi2 lain mengenai acara itu yang juga menarik disimak.
Ok saya mulai bercerita, duduk manis yah... minum dulu... makan kue tartnya.. eh awas jatuh... tuuuhh kan baru aja dibilangin.. kececeran di keyboard dehhh.... eeehh jangan norak gitu deh.. keyboardnya kok dijilatin sih.. jorok.. hayo di lap dulu.. baru baca tulisan ini. :))
Temen abah sempet bilang, gila lu bah, beli kucing dalem karung. Lu kan belom tau siapa itu Riyogarta, kok lu nekat sih bah. Kalo dia ternyata *beep* dan *beep* atau *beep* gimana (psst.. BEEP itu suara sensor yah.. temen abah soalnya cara ngomongnya sama dg abah.. suka bablas sak karepe dewe) inzet: saat diskusi berlangsung di Universitas Budi Luhur, yang juga diliput oleh Universitas Bina Nusantara dengan live streaming. Hmmm.. sempet mikir2 juga iya ya abah gak kenal siapa dia. jangan2 orangnya emosian, trus maunya macem2 dan banyak hal2 buruk yang "sempat" terlintas. maklum namanya juga blom kenal.
Tapi dari 2x telponan dihari kamis itu abah (yang biasa ngikutin instinct) merasa mas Riyogarta ini is an intelectual, mature and such a nice guy... hmm tapi dengan masukan dari temen abah ya abah juga musti ati2 dulu.. banyak serigala berwajah domba, dan domba berwajah abah.. haaallaahh salah yah.. :))
Ah bodo amat lah.. udah bilang sanggup kok. kalo abah mundur ntar banyak efeknya.. ah daripada daripada ya mendingan mendingan deh... gitu pikir abah btw, kenapa abah hanya khawatir ttg mas Riyogarta, gimana dengan mas Roy Suryo? yaahh kan sering liat di TV cara bicara, cara tutur dll. dan selaku public figure pastilah seorang Roy Suryo tidak akan bertindak yang gimana2.
Abah lupa ceritakeun bahwa sebelum ngetik 4 halaman itu kan abah musti punya referensi ttg mas Riyogarta, kemana carinya yah? tapi sebelum abah guling2 (googling) abah inget email dia kan me@riyogarta.com aaahh abah mampir ke situsnya aahh.. pasti dia punya "wewewe-nya" deh.. :))
Trus ketik www.riyogarta.com... trus .. wait... 5 detik... wait.... 10 detik ... wait.... heh lho kok lama sih.. ya udah abah sabarin deh... kan katanya orang sabar itu ganteng.. eh salah.. orang sabar itu dikasihi Allah. akhirnya kebuka deh situs dia. abah baca.. hmm.. bener kaaann dari tulisannya keliatan banget dia orang educated.. santun.. tapi tegas juga... hooreee... my instinct is partly correct (wah kok partly? iya lahh.. fullynya kan ntar kalo udah ketemu)...
Trus ada info2 tentang komunikasi antara mas Riyogarta dan mas Roy Suryo, ok. tambah jelas nih..
Oke deh.. seem I would not get any trouble ... trus abah baca2 deh komentar temen2nya yang mendukung... hhmmm .... HAAAHHH.... hhmmm.... WAAAHHH... baca lagi... DUUUUHHH...... baca terus.. ALAAAMAAAAKKK.... naaahh ini baru yang troublesome.. ehuheuheuhe ajegile komentar2 temen2nya banyak yang kata2nya bikin ngucap "masya Allah" ama "astagfirullah" gitu deh ... :)) hmm.. tapi wajarlah.. issue ini terjadi karena sudah menumpuknya uneg2 masyarakat IT kepada Roy Suryo. Dan saya gak boleh terpengaruh hal tsb agar saya bisa menjaga profesionalisme, dan tidak membawanya kepada hal yang pribadi.
Puanteesss situsnya lambreta (lambat).. wong yang akses banyak getoohhh... (keesokannya abah baru tau bahwa mas Riyogarta ditegur adminnya karena blognya sampai memakan 23% access resource di hostinya) aje gile 23% buat akses tuh guedeeee.... wah yang akan aku moderasikan adalah bener2 big issue donk.. hiks, tapi gapapa... pasti ada jalan..
yo wis, I got the picture... skalipun masih penasaran... toh besok juga ketemu mas Riyogarta. trus what should I do??? hmmm.. yang kepikiran adalah membuat pengantar ringkas yg akan abah baca saat pada acara tsb. - Acara ini akan menjadi menarik karena sepertinya baru kali ini dilakukan Diskusi Public antar praktisi atau professional IT yang melibatkan banyak pihak untuk membahas banyak hal yang sedang marak terjadi di Indonesia pada akhir2 ini.
- Beberapa hal yang pasti:
> Hari ini bukanlah suatu debat dua arah tetapi lebih dikatakan sebagai “diskusi” karena selain melibatkan Bung Roy Suryo dan Bung Riyogarta juga membuka kesempatan para praktisi IT di univ Budi Luhur ataupun Bina Nusantara untuk bertanya langsung ke para Nara Sumber > Hadirin jangan berharap bahwa Acara ini adalah “persidangan” terhadap Bung Roy Suryo atas banyak pernyataannya di publik. Karena bila dicecar pasti akan ada alasan. > Acara ini jangan dianggap bahwa Bung Riyogarta (atau pihak manapun) sekedar mencari popularitas dengan menantang seorang Bung Roy Suryo untuk membahas topik seperti ini. > Acara ini bukan pula meeting atau forum musyarawah: Jadi hasil akhir yang diharapkan dari Acara ini belum tentu / tidak perlu berbentuk suatu kesepakatan, perdamaian atau bentuk mufakat apapun. Bisa saja masing2 pihak tetap berada pada prinsip atau pemikirannya masing2. Tetapi yang pasti Acara ini bukan ajang perseteruan karena kenyataannya tidak ada yang berseteru!!. > Setidaknya sepulang dari Acara ini semua pihak (termasuk Nara Sumber) akan semakin bertambah ilmu serta wawasannya untuk kemudian menuangkan pemikiran2 lanjutan yang pada intinya akan bermanfaat bagi perkembangan dunia IT di Indonesia dan juga dalam membawa IT Indonesia agar dapat berkiprah dan lebih terpandang dimata Internasional. - Yang akan menarik pada Acara ini adalah masing2 pihak:
> Mewakili diri (dan pemikiran serta kiprahnya) secara individu tanpa mengatasnamakan suatu Lembaga/Institusi/Badan Hukum/Badan Usaha manapun. > Dapat / diperbolehkan secara blak-blakan mengutarakan pendapat, prinsip, menuding pihak lain, mengadu argumentasi tapi semua yang dilakukan tersebut dapat dipertanggung jawabkan dan tentu dengan batasan kesantunan, norma dan etika selaku kaum intelektual dan profesional. > Semua ketidak sepakatan hanya berhenti pada kata2, tanpa dendam dan tentu mungkin saja dilanjutkan pada Acara lain sejauh pihak yang terkait mensepakati hal tersebut. > Pihak yang terkait (terutama Nara Sumber) tidak akan melakukan Walk Out sampai acara ini selesai. Trus gak lama dari pihak UBL hubungi abah utk penjemputan, disepakati standby jumat jam 6 dirumah saya dan kita akan berangkat paling lambat 6.30 agar bisa sampai di UBL jam 8am. dan trus abah tidur deh.. alhamdulillah tidurnya enak... jam 5 dah bangun.. trus shalat subuh, buka komputer bentar.. mandi... dan jam 6 teng jemputan datang. mantaabb UBL tepat waktu nih. abah malah nawar 6.15 karena musti siap2. gentian abah juga jam 6.15 teng udah ready trus kita brangkat ke UBL. eeehhh dijalan abah ditodong wawancara oleh penjemputnya. namanya Ridu.. yo wis pikir abah itung2 ngobrol2 dijalan jam buat ngilangin suntuk karena macet. Jam 8 nyampe di tempat. trus kenalan dengan mas Bruri, pak Ir Wendi, Prof Dr Ronny (rektor) dan beberapa orang lainnya. Sempet kenalan dengan mas Riyogarta yang dateng bbrp saat kemudian tapi gak ngobrol banyak karena dia ada keperluan dulu jadi abah ditinggal lagi dan ngobrol2 dengan bapak2 diatas. tapi sampe saat itu mas Roy Suryo blom datang.. wah mulai berkecamuk... dateng .. nggak.. telat.. dateng .. nggak.. telat.. dateng .. nggak.. telat.. daan teeng kira2 8.45 yang ditunggu2 hadir. kita ngobrol2 sejenak dan jelang 9am kita sama2 menuju ruang. Semua pengunjung sudah didalam. Alhamdulillah acaranya dilaksanakan On Time... penghargaan dan apresiasi saya kepada UBL karena telah mengawali acara ini secara tepat waktu. Setelah dibacakan ternyata kedua pihak menyanggupi dan audience tidak ada yang protes.. Alhamdulillah... trus abah siapkan bendera meraaaahh.... dan bilang.. GET READDDYYY.... AND LETS THE BATTLE..... BEGIN !!!.... *kidding* Tunggu cerita selanjutnya yaahh... Salam Hangat Jabat Erat, Abah
Kamis pagi abah menerima telp dari bung Riyogarta yang intinya abah resmi dipilih sebagai Moderator untuk diskusi publik antara Roy Suryo dan Blogger. Langsung abah sanggupi karena sebelumnya memang abah yang mengajukan diri sbg sukarelawan.
Hmm... Sebentar, kok saya langsung ke topik yah?... Oke saya ceritakan asal muasalnya. Berangkat dari banyak diskusi pada milis2 yang saya ikuti yang akhir2 ini mengangkat topik hangat antara RS dengan personil suatu mass media yang intinya RS tidak suka atas apa yang diomongkan personil tsb pada area publik" dan hal tsb bisa memiliki konsekuensi hukum. Dan personil tsb berkilah bahwa justru RS yang melakukan "penyusupan" karena apa yang diomongkan tsb hanya pada milis intern yang tertutup pada kantor si personil tsb. Cukup seru membaca kontak bolak balik antara keduanya. Lho kok abah malah tertarik hal yang beginian? Bagi abah, selaku praktisi IT, tentu hal semacam ini jauh lebih menarik daripada melihat berita infotainment yang melulu hanya tentang gosip selebriti, atau cerita hantu hahaha.
Hal yang seperti konflik diatas juga dapat memperluas wawasan IT saya khususnya pada border area. Kalau ITnya itu sendiri kan sudah mendarah daging karena sudah 23 tahun saya berkecimpung didalamnya dari tingkat PC sampai ke teknologi main frame yang setara dengan Super Komputer sudah pernah saya tangani. Dan akhir2 ini antusiasme saya adalah keluar batas IT dan masuk ke hal yang berhubungan dengan manusianya seperti hukum, budaya, trend, pemahaman dll.
Lalu rabu pagi saya baca postingan dari Chica, dia temen dekat abah di milis "Pasca Kegelapan" hahaha (itu salah satu milis Gila utk kalangan tertutup yang kalau postingannya gak gokil maka gak bakal ditanggapi HAHHAHAHA). Postingan dari Chica adalah forward dari topik menarik mengenai tantangan diskusi terbuka oleh bung Riyogarta ke Roy Suryo yang sudah disepakati tempat dan tanggalnya, tinggal mencari moderator netral yg disetujui kedua pihak. Abah lihat tanggal awal postingan wah sudah dari bbrp hari sebelumnya mungkin mrk sudah menemukan orang itu. Tapi entah bagaimana abah melihat hal "yang secara kebetulan baca berita ini" adalah suatu amanah, dengan niat tulus maka sayapun mengirim email kepada bung Riyogarta bahwa saya bersedia jadi moderator sukarela tsb. Padahal saat itu abah belum jelas topiknya, belum tahu apakah abah ada waktu (tidak ada acara lain) dan belum tahu siapa bung Riyogarta, tapi abah sudah tahu bung Roy Suryo karena beliau acap tampil diberbagai media koran dan televisi dengan label "pakar telematika". Setelah melayangkan email tersebut saya langsung bergegas ke Citos karena suatu tabloid akan menginterview saya mengenai salah satu produk saya yaitu MoReCo (produk Alarm Mobil yang pintar dan canggih) ... lho lho kok saya jadi jualan ya... ok ok kita kembali ke topik.. (pssstt. tapi kalo ada yang minat alarm canggih hubungi saya yah.. hahahha)
Sepulang dari Citos sudah malam banget jadi saya nggak sempat baca email lagi dan langsung tidur. Kamis pagi (spt yang diceritakan di paragraf awal) bung Riyogarta menelpon. Saya sempet kaget (tapi masih nebak2 apa kira2 yang akan dibicarakannya). Ternyata beliau bilang Maaf atas penolakannya kemarin, dan beliau bercerita bahwa setelah berdiskusi dengan rekan sejawatnya maka diputuskan bahwa dari beberapa kandidat yang ada saya termasuk yang memenuhi syarat, apakah saya masih bersedia untuk jadi moderator? Abah yang tidak terbiasa mundur dari apa yang sudah abah ucapkan segera menyangggupinya. Dan karena tidak ada waktu lagi banyak maka diminta agar saya datang saja jum'at pagi 1 jam sebelum acara dimulai untuk klarifikasi bbrp hal. "Okeh.." jawab saya menutup pembicaraan tsb.
Sontak setelah itu segala pikiran langsung berkecamuk. Berbagai hal melintas di otak saya. Kenapa begini.. Kenapa begitu... Bagaimana kalo begini... Bagaimana bila begitu.. Begini Begitu.. Begini Begitu... Hmm.... Saya langsung membuka email saya dan ternyata memang ada email dari bung Riyogarta yang dikirim rabu sore bahwa saya terlambat mengajukan diri karena sudah ada beberapa kandidat lain bla bla.. "Klik" email tsb saya tutup. Oh ok kalau begitu, pertanyaan mengapa bung Riyogarta tadi call untuk mengoreksi emailnya. It's find for me. Toh akhirnya saya yang dipilih.
Tapi tetap abah masih nggak tenang... wah harus konsen dan menenangkan diri nih. Saya langsung tanya ke staf utk memastikan apakah kamis dan jum'at saya ada meeting atau appointment untuk "ngamen" (istilah tsb saya gunakan kepada staf yang artinya "presentasi produk"). Saat dia bilang tidak maka pertanyaan kedua terjawab bahwa saya punya waktu untuk acara tsb. Then I told my staf that I'll be gone till noon and will not accept any disturbance Langsung abah lepas lagi baju kantor dan ganti t-shirt, ambil golfbag dan lalu pergi maen pingpong (lho kok) ... eh salah.. abah pergi ke tempat driving range lah.
Sepukul ... dua pukul ... tiga pukul ... terus terus .. konsentrasinya bukan ke golf skill abah. tapi sejujurnya pelampiasan kebingungan saat itu. banyak yang berkecamuk...
1. Lalu abah ngobrol sama orang yang dekat mengenai acara tsb. Pertanyaan dia benar menohok jidat "Yakin bener mau jadi moderator netral? bukannya selama ini abah juga berkomentar miring tentang bung Roy Suryo?? pasti abah akan memihak bung Riyogarta doonk" waadduuhh... ada benarnya. Waah abah mikir. musti gimana.. waduh.. waduh... lalu abah tersadar.. tapi ini kan amanah Allah. kalau abah nggak netral wah dosa donk.. kalo abah gak netral berarti abah gak profesional donk.. ok ok.. abah harus siap netral.. abah harus bisa netral.. abah pasti bisa netral.. 2. Yang hadir katanya para pakar IT, biang2 blogger dari Universitas Budi Luhur maupun dari luar, ada live streaming ke Universitas Bina Nusantara dan ke situs publik serta diliput langsung oleh televisi, mass media. Berarti lot of people are watching. 3. Topik sampai saat itu belum pasti karena antara RG dan RS masih saling tawar menawar. Lalu bagaimana kalau last minute ternyata topik yg dipilih adalah area yang saya nggak kuasai? langsung abah mengoleksi dan mengelompokan apa2 yang abah kuasai dan apa yang nggak dan kira2 bagaimana mengatasinya..
dua puluh ... tiga puluh .. empat puluh bola terus saling bergantian melayang. I may say that my swing are getting better but somehow that is out of what I was thinking about.... alamaaaakkk!!!
4. Abah langsung merangkum kisi2 bahasan (yang akan saya jelaskan pada posting selanjutnya). 5. Abah memastikan diri bahwa I will be there as moderator, not referee, neither a judge. 6. Bagaimana kalau sampai RG dan RS ribut? bagaimana kalau publik ribut, atau ricuh. Seperti biasa saya langsung mempersiapkan solusi, prevensi dan langkah2 yang diperlukan.
tujuh puluh... delapan puluh... sembilan puluh... aaaahhh akhirnya ampir abis deh bolanya kalo udah 100 saya pulang ah trus persiapan buat besok (itu yang ada diotak)...
7. Wih pakar IT dari UBL akan debat dengan pakar IT dari UGM, dan moderatornya praktisi IT dari Akademi Perhotelan !! Hallaaaahh nggak nyambung banget. Tapi gakpapa, toh track record saya di IT bisa dibilang "lumayaaann gitu deh aah". Modal2 saya berorganisasi dan berinteraksi di APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia), ASIH (Asosiasi Sistem Informasi Hotel), ACS (Australia Computer Society) dll cukup untuk modal tempur. :)) 8. Trus sempat mikir lagi.. lho ngapain musti me-recall semua pengalaman tsb. toh kali ini saya bukan presentasi tetapi jadi moderator. 9. Apa yang harus abah lakukan sebagai pencair suasana (sudah jadi kebiasaan saya dalam setiap presentasi, seminar pasti saya menyiapkan beberapa jokes sebagai ice breaker). Tapppiii diskusi besok akan pasti agak panas.. Berarti jokesnya harus oke punya jangan sampe garink... bisa2 abah culun nih hahahha .. alhamdulillah aku punya banyak ide kalau soal jokes. So I had prepared some... dan tentu kali ini bukan jokes yang "porno" ... padahal selama ini abah lebih punya banyak jokes "porno" hahahahhaha.... *kidding*.
wah otak masih blom sreg nih... dan bola ke 100 udah terbang... abah pesan 100 bola lagi dan pindah ke lapangan. Tapi nggak mau putting karena pasti pikiran buyar antara persiapan dan konsentrasi ke hole.. mendingan tetep driving2 aja enak santai bisa gebak gebuk...
10. RG menelpon lagi utk konfirmasi bahwa topiknya kira2 menjadi blogger yang positif. hmmm oke.. topiknya mayan nih.. dan "Seolah" ringan nih. tapi bila topik ini sampai jadi perdebatan THERE MUST BE SOMETHING BIG ON THIS. tapi saya nggak tau apa.. hmmm.. gapapalah.. masing2 RG dan RS pasti akan punya truff untuk topik itu. abah cuman berharap moga2 nggak jadi culun bila topiknya masuk ke area yang kurang abah kuasai. 11. Orang pasti berharap untuk sedapat mungkin memojokan RS, haruskah abah membela RS? tapi kenapa harus dibela, toh pasti dia akan mempersiapkan pembelaannya? orang pasti berpikiran miring tentang RG misal aja mungkin dia dianggap cari popularitas? apa iya dia cari popularitas? atau justru akan dituding sok pahlawan? pastilah RG juga sudah tau resikonya dan dia sudah ada persiapan tentang itu. But what I will do about those? 12. Pertanyaan awal nongol lagi "Yakin abah gak berat sebelah?" trus tau2 cling!! baru keinget.. lho kan udah dibilang bahwa jadi moderator ini nggak dibayar.. sukarela... NAAAAH NO BURDEN AT ALL ATUUUHH !!! ya sudah tuntas deh. 13. Abah sebaiknya bikin ketikan.. isinya panduan.. kisi2.. atau apalah.. harus ada itu.. harus ada!! trus otakpun berpikir kira2 garis besarnya seperti apa..
Itu adalah sebagian dari apa yang sliweran di otak abah, anyway anyhow semua itu terjawab sudah... dan waktu udah sekitar jam 1pm ... waduh belum shalat dzuhur dan cacing2 didalam perut abah pada minta dikasih makan.. tapi masih ada 50an bola. Mumpung ah.. otak udah lega, skarang waktunya untuk bener2 enjoy my swing dulu, trus baru pulang...
wes ewess ewesh.. bablas bola ke 200 melayang sudah. aah lega.. abah pulang ah.
Sampai kantor setelah shalat dan makan trus ngurusin kerjaan dulu.. biar gimana harus cari makan doonk.. Setelah staf pada pulang sekitar 3 jam abah ketik2 yang isinya hal2 yang menyangkut topik acara tsb.. semua yang tadi kepikiran di driving range meluncur sudah. Alhamdulillah semua pemikiran yang ada diotak berhamburan dan lancar tertuang ke jari2. Tuntas deh abah bikin ketikan sekitar 4 lembar. Abah akan print beberapa trus akan bagikan ke bung Riyogarta dan bung Roy Suryo dan panita. Dan abahpun tidur...
Lalu bagaimana saat acara tersebut berlangsung?... nanti abah ceritakan yah. baca lagi yah.. kembali kesini lagi yah.. zanzi lhooo.. zzaannnzzzziiii....
Salam hangat jabat erat Abah.
| |