Abimanyu Panca Kusuma's posts with tag: tubuh

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag tubuh
Blog EntryAWAM melihat KONFLIK TUBUHJul 15, '06 10:52 AM
for everyone
Sebelum anda membaca ini, agar anda paham atas apa yang sang Awam sampaikan mungkin sebaiknya anda membaca AWAM menyentuh NURANI, AWAM menyentuh AKAL dan AWAM terhadap TUBUH

Saat Akal memerintahkan tubuh untuk melakukan hal yang tidak dapat diterima atau tidak sejalan dengan Nurani dan bahkan bertentangan dengan Nurani maka Tubuhpun akan mengalami konflik yang bila dibiarkan berlarut akan menjadi penyakit. Ciri-ciri tubuh yang mengalami konflik bisa dengan debaran jantung, tangan / tubuh bergetar, keluar keringat dingin, rasa tegang pada mata, mulut, anggota tubuh lainnya, Serasa sesak dll. Perilaku konflik tersebut sang Awam menganalogikannya persis dengan perumpamaan organisasi yang pengurusnya melakukan hal yang bertentangan dengan AD/ART akan mengakibatkan konflik pada anggota organisasi, Bila pada Komputer konflik tsb mengakibatkan komputer bekerja tidak sesuai mestinya bahkan Hang.
Sang Awam dapat membuktikan banyak kejadian dan fakta bahwa suatu Konflik pasti akan berbekas dan tidak mudah sirna, demikian pula konflik pada Tubuh kita. Bila Tubuh sering mengalami konflik karena pertentangan pengaruh Akal dan Nurani (atau mudahnya disebut Konflik Batin) maka Tubuh setiap hari akan tegang, Raut wajah tidak ramah, mudah darah tinggi, sering pening, bangun tidur tidak pernah segar, susah tidur, tidur tiada pernah nyenyak dll.
Pada intinya Tubuh akan mengalami ketidaknyamanan yang bila tidak ditangani efeknya akan berakibat tambah buruknya keadaan Tubuh tsb sehingga kita sering mengalami Tidak Enak Badan atau bahkan Jatuh Sakit. Dan jenis penyakit tersebut bukanlah penyakit yang disebabkan trauma fisik, luka, virus, epidemi dan penyebab penyakit fisik lainnya.

Konflik karena terjadi kontra antar Akal (yang tidak baik) dengan Nurani sangat sering terjadi dalam hidup kita sehari2 dan saling berpadu, bahkan kita akan sering permisif atas apa yang tidak baik itu, contoh yang ringan yang sering terjadi adalah yang berakibat terhadap fisik tubuh (baca AWAM terhadap TUBUH). Konflik tsb mengorbankan Tubuh:
- Berani berbohong (atas alasan apapun, bahkan demi kebaikan sekalipun) tubuh akan bergetar halus, jantung berdebar, adrenalin terpicu. Itu hanya karena takut kebohongannya terungkap.
- Target pekerjaan, Dead line, dll memaksa diri menyelesaikan pekerjaan yang padat demi karir / tugas agar tetap berprestasi dan agar tidak diremehkan rekan kerja atau bahkan dipecat atasan
- Secara sengaja melakukan hal yang tidak baik (misalkan mencuri, membunuh dll) dimana saat melakukan hal tsb anggota tubuh yang berhubungan langsung dengan aktifitas tersebut akan bereaksi: kaki langsung menjadi lemas yang sebenarnya sebagai upaya kaki untuk menggagalkan niatan Akal jahat tsb, tangan bergetar (penuh keraguan), kepala merunduk sebagai upaya untuk tidak ingin menyaksikan hal tsb dan dengan rasa malu sehingga tidak berani melihat siapapun. Dan guna melawan semua rasa itu dengan pengaruh Akal yang sudah jahat biasanya otomatis mencoba menarik napas lebih intensif dan secara otomatis jantung akan berpacu lebih kuat untuk memberikan kekuatan pada kaki sebagai penyangga, dan Akal berupaya agar tangan tidak bergetar dst.
Selesai melakukan segala aktifitas kontra Nurani manusia pasti akan lelah bahkan sangat amat letih sehingga otak tidak mampu berpikir dengan demikian akal tidak bekerja, saat itu Nurani kembali memegang peranan mengendalikan tubuh dan otak. Karena itu lalu manusia akan merasa menyesal atas apa yang ia perbuat. Seperti pepatah SESAL KEMUDIAN TIADA BERGUNA, begitupun yang terjadi pada tubuh, semua konflik tersebut terekam dan terpendam pada tubuh dimana bila dibiarkan berlarut dan berkelanjutan akan menimbulkan berbagai penyakit.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai Nurani, Sang Awam ingin menggaris bawahi bahwa pada kenyataan hidup kadang manusia menganggap wajar sedikit mentolerir perilaku Akal melawan Nurani. Contoh: melakukan hal yang kontra Nurani karena rasa takut pada atasan, melakukan sedikit kecurangan demi suatu keuntungan atau secara permisif menganggap bahwa semua orang juga melakukan hal yang sama. Apapun alasannya perlawanan terhadap Nurani tetap akan mengorbankan tubuh.

Sewajarnya saat mengalami suatu penyakit, kita pasti akan mencari obat untuk menyembuhkannya. Pada umumnya kita akan mencari obat untuk menyembuhkan anggota tubuh yang sakit tersebut tetapi kita luput untuk melakukan hal yang lebih penting, yakni mencari dan memperbaiki "sumber penyebab penyakit tsb". Sehingga seberapa mahalpun harga suatu obat daya sembuh obat tsb tetap bersifat sementara, sehingga kelak bisa kembali sakit dengan lebih parah atau berganti menjadi anggota tubuh lain yang merasa sakit.

Lalu, adakah obat dari konflik Tubuh tersebut?

Jawabnya ADA, dan obat tersebut sangat mudah anda dapatkan, obat tersebut dapat anda perlu tanpa perlu ke toko Obat/Apotik, tanpa perlu resep dokter. Selalu tersedia dimanapun anda berada, dan yang lebih mengejutkan, Obat tersebut bisa anda peroleh secara Gratis !!. Dimana bisa mendapatkan obat tersebut? jangan mengira Sang Awam menjual obat tersebut, karena Sang Awam bukanlah penjual obat.. ;))

Berikut adalah hal yang perlu diketahui tentang obat tersebut:
Apa nama obat tersebut? Nurani.
Dimana bisa memperoleh Nurani? ada pada diri anda masing2.
Bagaimana takaran mengkonsumsi obat tsb? Kadar/Komposisi Nurani setiap orang adalah Sama, jadi anda tidak perlu resep dokter.
Bagaimana cara menggunakan obat tsb? sangat mudah dengan senantiasa mengikuti Nurani.
Kapan menggunakan obat ini? pada setiap perilaku.

Apakah ada produk Nurani palsu? ADA
Apakah AKAL sebagai pemalsu Nurani? Bukan Akal, melainkan manusia itu sendiri yang tidak mampu menyentuh Nurani sehingga tetap menggunakan AKAL sebagai pengganti Nurani (itu yang lazim disebut membohongi diri sendiri).
Bagaimana cara mengetahui indikasi Nurani palsu? menganggap hal yang tidak baik adalah suatu baik
Apakah efek mengkonsumsi Nurani palsu? Tubuh tetap mengalami konflik, stress, dan yang rugi ya manusia itu sendiri

Apa kontra-indikasi dari Nurani? jelas sekali, yaitu kegiatan/aktifitas yang bertentangan dengan Nurani.
Apa manfaat Nurani terhadap Tubuh? wajah lebih bersinar, ceria, tubuh serasa ringan, stress berkurang, penyakit berangsur berkurang bahkan bisa hilang.
Apalagi manfaat yang lebih hebat? Anda menjadi sensitif terhadap sinyal tubuh (sering disebut instinc) dan bila telah mengikuti instinc dengan benar PASTI akan terhindar dari hal yang buruk bagi diri anda, timbul rasa percaya diri, optimisme, obyektif dll.
Berapa besar jaminan kesembuhan dengan obat ini? Tergantung seberapa kuat / sering anda dapat senantiasa mengikuti Nurani
Bila lupa mengkonsumsi Nurani apa yang harus anda lakukan? Mudah saja, ya kembali melanjutkan mendengarkan Nurani
Siapa pembuat obat Nurani ini? Sang Pencipta, Sang Khaliq
Kapan Nurani akan kalah dengan AKAL? Saat Anda menggunakan Akal menutupi semua kepalsuan, kemunafikan dan terus menutupi kesalahan diri.
Apa indikasi awal Nurani dapat mengatasi AKAL anda? Pengakuan nyata terhadap diri atau Dapat jelas melihat kesalahan dan ketidak baikan yang telah ia lakukan. Ingat pengakuan yang paling sejati adalah pengakuan kepada diri sendiri, bukan kepada orang lain.
Apakah indikasi lanjutan bahwa Nurani telah berpengaruh? Melakukan perbaikan diri secara nyata dengan mulai BERANI bertindak dengan Nurani. (baca AWAM mengartikan KEBERANIAN)
Mengapa AKAL yang harus mengikut Nurani, bukan sebaliknya? Karena Nurani bersifat murni, sedang Akal telah banyak terkontaminasi ragam hal yang baik dan buruk, dan AKAL yang telah buruk bisa berubah menjadi baik dan seiringi dengan Nurani. Sedangkan Nurani sampai kapanpun tidak mungkin berubah menjadi Buruk.
Apa akibatnya bila anda overdosis Nurani? anda menjadi manusia yang Mulia
Bolehkah AKAL kita memilih tetap menentang Nurani? hal itu tidak ada yang melarang, toh efek dan manfaatnya adalah terhadap Tubuh masing2.
Apa efek lanjutan menentang Nurani? mudah kehilangan pegangan sehingga mudah frustasi, pesimistis, menkonsumsi sesuatu yg tujuannya sekedar stimulan sebagai pelarian utk mengalihkan atau melupakan problema sementara (rokok, makanan yang tidak perlu, minuman keras bahkan narkoba), tidak lagi mampu memilah mana yang baik maupun buruk, dan yang terparah akan menyalahkan/menyangkal kebenaran atau hal yang jelas2 benar hanya demi menutupi kesalahan diri dan semua itu tetap dianggapnya benar.

Setelah melihat begitu besar kekuatan, kebaikan Nurani serta daya sembuhnya yang DAHSYAT, Sewajarnyalah manusia yang Mulia dengan Akal yang sehat akan termotivasi untuk mulai melakukan hamoninasi antara Akal dan Nurani. Bila anda selama ini telah hidup berdasarkan Nurani maka kita akan mengakui hal diatas, namun bila Akal anda telah secara dominan mengalahkan Nurani maka anda akan mencemoohkan hal diatas.

Sudahkah kita bertindak berdasarkan Nurani? pssstt... sudahlah.. kita tak usah repot2 menjawab, biarkan Nurani yang menilai kebenaran jawaban kita sendiri.


Salam,

Sang Awam 

Blog EntryAWAM terhadap TUBUHJul 15, '06 10:47 AM
for everyone
Pada dasarnya manusia terlahir dengan 3 komponen utama: Tubuh, Akal dan Nurani.

Sebelum membaca ulasan ini Sang Awam menganjurkan anda untuk membaca AWAM menyentuh NURANI serta AWAM menggunakan AKAL.

Tubuh manusia sebenarnya dapat kita kategorikan menjadi 2 kelompok yakni Indra-indra yang berfungsi sebagai interfacing media (yakni anggota tubuh yang mewakili indra untuk melihat, mendengar, merasa, mencium, meraba) dan supporting media (yakni indra yang melakukan pengolahan segala masukan dari interfacing media lalu melakukan hal bagi manusia agar dapat mengatasi apa yang dihadapi, seperti jaringan syaraf, otak, jantung, saluran darah, paru2 dll).

Sang Khaliq sebagai Sang Pencipta telah sedemikian bijaksana membuat setiap mahluk hidup untuk dapat survive berdasarkan indra yang dimiliki.

Ada beberapa ajaran yang lebih mengutamakan suatu indra dibandingkan yang lainnya.  Padahal pada dasarnya manfaat semua indra tersebut sama penting sesuai porsi dan tugasnya masing2 dan tidak ada satu indra yang lebih penting daripada lainnya.  Betulkah begitu? Jawabnya pasti YA !  manusia yang hanya mengandalkan suatu indra saja biasanya akan lebih mudah terpedaya.  Bahkan ketidak berfungsian suatu indra dapat digantikan oleh gabungan dari beberapa indra lainnya.

Misal: Saat kita tidak dapat memanfaatkan mata karena kendala fisik atau suatu keadaan (misal saat gelap) maka indra pendengaran kita sebenarnya bisa menangkap dimensi ruang tempat kita berada, indra peraba mencari bentuk atas setiap benda, indra pencium bisa mengetahui apa saja benda disekitar kita.  Saat kita tidak bisa mendengar maka dengan melihat suatu benda dan menganalisa sekitarnya kita bisa membayangkan suara yang terjadi.

Kemampuan fungsi indra setiap manusia berbeda-beda, mengapa demikian? Karena Sang Pencipta mempunyai tujuan tertentu bagi manusia tersebut dimana semua itu dengan porsi yang sangat Adil.  Ada yang tidak bisa melihat tetapi kemampuan mendengar dan menciumnya diatas rata2 sehingga dengan bermodalkan indra tersebut ia tetap bisa melihat.  Pada kenyataannya hidup setiap pekerjaan membutuhkan suatu spesialisasi pada indra tertentu sehingga posisi tersebut dapat diisi oleh mereka yang memiliki kelebihan pada indra-indra tertentu.

Bagi mereka yang telah mendapatkan kelengkapan indra sedari lahir terkadang menganggapnya semua itu sebagai suatu yang SUDAH SEHARUSnya dan melupakan bahwa hal itu adalah SUATU ANUGRAH yang tiada taranya.

Sebagaimana sebagai penerima suatu anugrah sewajarnyalah kita menjunjung anugrah tersebut agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan bukan disia-siakan atau bahkan dirusak hanya untuk kegiatan yang tidak berguna.

Pada bahasan AWAM menyentuh NURANI dan juga AWAM menggunakan AKAL telah dijelaskan oleh Sang Awam bagaimana Nurani dan Akal mengendalikan tubuh.

Dalam kaitannya dengan kendali Nurani mengendalikan seluruh tubuh baik Interfacing Media maupun Supporting Media sedangkan Akal hanya bisa mengendalikan Interfacing Media.

Pada umumnya manusia lebih mengandalkan Akal dalam mengendalikan Indra-indranya dan itu umumnya karena hanya untuk maksud tertentu.  Manusia seperti itu ternyata tidak sanggup atau kurang sensitif untuk mengolah kemampuan indra-indranya yang sebenarnya jauh lebih dari itu sehingga mengabaikan sinyal-sinyal yang sesungguhnya ditangkap oleh indra.

Contoh melihat makanan yang bentuknya menarik dan tahu nilai makanan tersebut lalu ia akan demikian saja menikmati makanan tersebut dan hanya ingin merasakan sensasi-sensasi rasa (baca AWAM mengecap NIKMAT) untuk membentuk rasa yang dianggap menjadi Nikmat yang ditimbulkan oleh makanan tersebut.   Padahal bila ia memanfaatkan benar indra penciuman serta perasa dari makanan yang terlihat nikmat tersebut dapat terbentuk naluri untuk menyaring hanya memakan yang laik dimakan saja.

Namun demi nama ETIKA SOSIAL maka penciuman dan penyisihan itu tidak dilakukan manusia karena manusia sudah diajarkan bahwa tidak etis mencium2 makanan sebelum disantap serta tidak etis juga menyisakan bagian dari makanan karena banyak ajaran tradisi yang mengharuskan kita menghabisi tuntas semua yang ada dipiring.

Disini saja sudah terlihat bagaimana kemampuan daya cium yang begitu menakjubkan terabaikan untuk kemudian menggeneralisir bahwa segala yang ada dipiring harus disantap.  Hal yang dibiarkan berlarut membuat kira kurang menghargai fungsi hidung sebagai indra pencium.

Note: terkadang orang lupa fungsi hidung.  Yang paling sering diingat hidung adalah sebagai alat untuk bernafas, padahal mulut bisa membantu kita bernapas dengan volume dan fungsi yang sama namun saat kita menarik napas maka hawa yang melewati mulut tidak akan terasa perbedaannya sedangkan bila dilakukan via hidung segera tercium segala perbedaan bau yang lewat dan hidung dapat serta merta membedakan bau tsb.

adalah bagi manusia yang sangat dekat dengan anjing peliharaannya (untuk ras anjing tertentu).  Bila pikiran majikan sedang kacau / gundah tanpa mengatakan apapun maka anjing akan ikut sedih, dan saat majikan sedang riang maka anjingnya pun ikut riang.


Contoh ringan: Reaksi tubuh atas kesedihan / keprihatinan
Bayi, berdasarkan Nuraninya akan berupaya menghindar saat melihat / merasakan yang "Tidak berkenan" namun karena Tubuh belum kuat melakukan hal tsb maka Bayi akhirnya hanya bisa menangis.  Selain itu tubuh sang bayi itupun pasti tegang.  Contoh mudah lainnya misal  saat lapar karena tidak bisa makan maka sang Bayi juga akan menangis, tangis karena prihatin bahwa tubuhnya tidak mendapatkan makanan, Tapi setelah isi perut sudah cukup lalu bila ia tetap mendapat asupan makanan (yg berlebihan) ia pasti akan berupaya menolak dengan gerakan kepala tetapi karena ke tidakberdayaan (dan tidak bisa mengungkapkan bahwa ia telah kenyang) bayi tsb terpaksa harus makan lagi dan lagi sehingga perutnya menjadi terisi makanan yang berlebihan saat itu dan keprihatinan atas apa yang dialami juga menjadikan sang Bayi menangis, karena hanya itu yang bisa ia lakukan.
Ingat bahwa Nurani tidak memiliki nafsu sehingga untuk urusan makan Tubuh hanya butuh makan sbg bahan energi (dengan memberikan rasa lapar ke otak) dan ingin berhenti makan karena bahan olahan telah cukup diterima (tidak perduli makanan dipiring masih banyak).
Setelah dewasa maka saat mengalami / melihat suatu yang memprihatinkan / tragis namun kita tidak mampu berbuat apapun maka kita akan menangis sebagai curahan emosi, curahan dari Nurani.  Tanda lain yang menandakan keprihatinan / kesedihan selain tangis adalah tubuh (biasanya terjadi tangan) akan bergetar (dari yang kasat mata sampai getaran yang tidak terasa) sampai tubuh/otot kita lelah atas getaran tsb sehingga kita seakan merasa lemas saat / setelah hal yang memprihatinkan tsb.  Tangisan sangat bermanfaat untuk mengatasi kesedihan baik sebagai pelepasan emosi maupun produksi hormon yang dapat mengatasi kepiluan.  Tetapi kadang sang Akal, agar dibilang tegar, atau diliputi malu / takut dibilang cengeng atau alasan lainnya mencoba menahan diri untuk tidak nangis.  Pengaruh Akal tsb sudah mengakibatkan konflik pada tubuh karena melakukan penyangkalan.

Contoh sedang: Gerak refleks tubuh adalah atas pengaruh Nurani.
Gerak refleks, senantiasa dikatakan gerakan bawah sadar, karena tanpa analisa Akal tubuh akan langsung bergerak. Adapun gerakan refleks berbeda dengan gerakan hemistasi.  Reflek adalah gerakan cepat, responsif sebagai suatu reaksi. Sedangkan hemistasi adalah gerakan natural otot yang otomatis melakukan pengenduran / saat setelah terjadi stressing pada otot tsb.

Ingat satu hal bahwa gerakan satu anggota tubuh bukanlah atas tarikan satu dua otot melainkan gerakan banyak bahkan ribuan otot secara kompak.

Dalam hal refleks apakah mungkin Tubuh bisa bergerak sendiri tanpa perintah? Well, Sang Awam memilih menjawab TIDAK (entah anda sepaham atau tidak). Adapun jawaban yang diperlukan tidak sekedar YA / TIDAK tetapi dengan lebih memperdalam, siapa / apa yang menggerakan Tubuh tsb.

Bila benar teori tubuh bisa bergerak sendiri tanpa perintah apapun, berarti yang memerintah adalah:
 a) Tubuh itu sendiri. Bila Tubuh dapat sensitif atas gerakan2 tsb maka bukan tidak mungkin tubuh kelak bisa bergerak sendiri tanpa kendali (bukankah suatu yang tanpa kendali adalah hal yang mengerikan?) dan hal itu tidak pernah terjadi bukan? Bila anggota tubuh telah terlepas dari otak maka kontan tubuh tsb tidak bisa bergerak lagi. Maka teori ini gugur.
; b) Tubuh itu dikendalikan mahluk lain yang kasat mata dapat mengalahkan Akal dan Nurani.  Adakah mahluk di jagat ini yang lebih berkuasa atas manusia selain manusia itu sendiri? Tidak ada, kecuali Sang Pencipta.  Well, mungkin ada yg bilang setan bisa menggerakan manusia, menurut saya orang tsb terlalu sering menonton Sinetron yang banyak membodohi manusia.  Perlu diketahui dalam dunia nyata orang yang "kesurupan setan beneran" maka orang tsb bicaranya tidak jelas dan gerakannya ngawur (tidak teratur).  Teori bahwa setan bisa menggerakan tubuh juga gugur.
Mungkinkah Sang Pencipta ikut campur atas gerakan refleks, suatu hal yang sangat remeh-temeh tsb yang seharusnya menjadi natural manusia? tentu tidak karena Sang Khaliq telah menanamkan acuan bagaimana kerja Tubuh sejak tubuh tersebut tercipta.

Bila benar teori tubuh bisa bergerak sendiri tanpa perintah apapun (sesuai keyakinan sang Awam):
Berarti gerakan refleks tubuh pun sudah tertanam, Akal sudah jelas tidak mengendalikan refleks karena akal butuh pikir2 dahulu dan butuh data sedangkan refleks bergerak secara instan sebagai reaksi cepat tanpa dipikir sama sekali berarti gerakan refleks adalah atas suatu dasar yang lebih tinggi dari akal yakni Nurani.

Berarti dengan logika bahwa sebelum bekerja dengan Akal tubuh bergerak atas Nurani terlebih dahulu berarti Nurani tubuh pulalah yang mengendalikan gerakan refleks.  Kenapa Sang Awam menyakini hal tsb? Karakter utama Nurani adalah menghindari hal yang buruk (rasa sakit, bohong, jahat dll).  Coba anda ulas sendiri dan fikir sendiri adakah gerakan refleks yang justru melakukan hal buruk? sampai saat ini Sang Awam meyakini Tidak Ada gerakan refleks yang buruk:

a) Saat terkena gerakan energi yang tidak mengenakan tubuh pasti tubuh segera bereaksi (tangan menangkis, badan mengelak, kepala memaling, mata memicing dll); b)  saat melihat kejadian tragis/bahaya/mengejutkan mata akan mebelalak untuk menangkap/merekam sepenuhnya kejadian tsb; c) Ingat sewaktu kecil saat kita berbohong maka otomatis tangan menutup mulut, mata ingin menutup (karena malu), mulut bergetar, tubuhnya menegang; d) saat manusia memasuki daerah yang spooky bulu kuduk secara refleks berdiri, saat tubuh sensitif terhadap sekitar maka bulu kita akan berdiri (tapi kemudian justru sering kita usap2) dll. 

Dalam beberapa perilaku manusia Akal banyak mencoba melakukan tindakan kontrak-refleks dengan contoh kecil sbb: a) Pada Mata saat akan difoto agar muka jadi indah maka tanpa sengaja menahan otot mata mencoba untuk tetap melek tapi ternyata reflek tetap akan berkedip saat menerima kilatan lampu; b) permainan adu pandangan jelas-jelas mencoba mata selama mungkin agar tidak berkedip, setelah selesai adu mata maka mata kita akan berkedip berkali2 untuk melakukan netralisasi; c) Mata adalah salah satu sumber informasi manusia dimana saat otak telah lelah, otak tidak bisa menerima informasi lagi mata otomatis terpejam / meredup tetapi karena Akal menyadarkan bahwa banyak kerjaan maka sekalipun otak tidak mampu tapi Akal memaksa otak utk bekerja dan memaksa mata untuk lebih membelalak; d) Saat bertinju Akal memaksa tubuh untuk standby dan sebelum dipukul melakukan tindakan pukulan; e) Agar tidak ketahuan berbohong mencoba sedapat mungkin mengutarakan kebohongan tsb dengan perilaku yang wajar.  Tanpa disadari aktifitas kontra-refleks memperburuk sensitifitas kita akan sinyal tubuh (yang mana sinyal tubuh tersebut justru sangat diandalkan Nurani).

Perbaikan tubuh.... baca AWAM menyentuh NURANI

Berdasarkan semua diatas jelaslah bahwa Tubuh bekerja secara Nurani dan kemudian Akal dapat melakukan perintah pula, Disaat Akal sejalan dengan Nurani dalam melakukan sesuatu maka tubuh akan sangat luwes melakukannya, karena itu Manusia yang Sempurna adalah yang kerja sama Nurani dan Akalnya sangat harmonis atau sejalan.
Namun saat Akal memerintahkan tubuh untuk melakukan hal yang tidak dapat diterima atau tidak sejalan dengan Nurani dan bahkan bertentangan dengan Nurani maka Tubuhpun akan mengalami konflik, akan stress.  Ciri-ciri tubuh yang mengalami konflik bisa dengan debaran jantung, tangan / tubuh bergetar, keluar keringat dingin, rasa tegang pada mata, mulut, anggota tubuh lainnya, Serasa sesak dll.  Perilaku konflik tersebut sang Awam menganalogikannya persis dengan perumpamaan organisasi yang pengurusnya melakukan hal yang bertentangan dengan AD/ART akan mengakibatkan konflik pada anggota organisasi, Bila pada Komputer konflik tsb mengakibatkan komputer bekerja tidak sesuai mestinya bahkan Hang.
Sang Awam dapat membuktikan banyak kejadian dan fakta bahwa suatu Konflik pasti akan berbekas dan tidak mudah sirna, demikian pula konflik pada Tubuh kita.  Bila Tubuh sering mengalami konflik karena pertentangan pengaruh Akal dan Nurani (atau mudahnya disebut Konflik Batin) maka Tubuh setiap hari akan tegang, Raut wajah tidak ramah, mudah darah tinggi, sering pening, bangun tidur tidak pernah segar, susah tidur, tidur tiada pernah nyenyak dll. 
Pada intinya Tubuh akan mengalami ketidaknyamanan yang bila tidak ditangani efeknya akan berakibat tambah buruknya keadaan Tubuh tsb sehingga kita sering mengalami Tidak Enak Badan atau bahkan Jatuh Sakit.  Dan jenis penyakit tersebut bukanlah penyakit yang disebabkan trauma fisik, luka, virus, epidemi dan penyebab penyakit fisik lainnya.

Contoh Penyakit Tubuh yang bukan karena Trauma fisik ataupun Virus berarti terjadi karena konflik atas Akal dan Nurani (Baca AWAM melihat KONFLIK TUBUH).

Pada Makanan:
- Makan karena dijatah (3x sehari) saat siang kita makan sepiring penuh (karena tahu bahwa tidak akan makan sampai malam) menjadikan perut sebagai karung bekal semata padahal makan hanya diperlukan karena tubuh membutuhkan. Bagi yang diet saat waktu makan makan hanya sedikit, menahan perih dan lapar demi tubuh ramping.  Solusi sebenarnya kita bisa makan 5x sehari dengan porsi yang kecil2, tetapi hal tsb secara normal tidak dapat dilakukan dikantor.  Pelanggaran terhadap hal itu
- Nurani berhenti makan karena sudah cukup, Akal berhenti makan karena perut sesak, kekenyangan atau sudah mual
- Nurani tidak mau memakan sembarang, Akal mencoba segalanya (terkadang ajimumpung dg berfikir kapan lagi bisa makan itu).
- Bila terhindar dari konsumsi buruk, Nurani lega karena tubuh tidak rusak, Akal menyesal karena kehilangan kesempatan baik
- Bila mencicipi makanan enak, Nurani mencicip dan berbagi rasa dengan yang lain, Akal ingin menghabiskan untuk kepuasan diri sendiri
- Makanan sehat yang perlu dikonsumsi tubuh tapi karena rasanya tidak enak Akal pasti menolak/berat hati, Nurani tetap menyantapnya dan melupakan rasanya
- Makanan yang tidak diperlukan tubuh tapi atas rasa gengsi Akal dan takut kurang bergaul maka tetap dikonsumsi (Apa saja itu, bila anda berAkal anda bisa menjawab sendiri)

Pada baju:
- Dengan pakaian / sepatu sesak atau tidak ergonomis, tidak sesuai dengan bentuk, lekuk maupun postur tubuh tetapi dikenakan demi kepadanan atau penampilan, padahal hal tsb merusak tubuh.  Contoh Wanita yang bertubuh gemuk tentu sudah cukup sulit menopang tubuhnya, tetapi ia tidak mau (atau tidak mampu) menghadapi kenyataan tsb dan tetap menggunakan sepatu hak tinggi yang tentu sangat membebani kaki dan ia sering mengalami nyeri2 dikaki bahkan pening dikepala yang tiada sembuh dengan obat sakit kepala.
Atau orang yang ingin perutnya terlihat kecil dengan pengikatan ikat pinggang yang kencang atau mengenakan korset.  Iya tidak sadar bahwa saat mencerna makanan perut membutuhkan area bebas untuk melakukan gerakan2 peristaltik, karena area bebas tsb dipersempit maka pencernaan maupun daya olah makanan / asupan menjadi terganggu.

Pada olahraga:
- Tanpa pemanasan karena sudah terlambat atau demi target tertentu memaksakan tubuh melakukan olah raga tsb sehingga mudah terkilir, kram dll
- Melakukan tindakan2 yang over dari kemampuan tubuh misal demi penampilan yang menarik, demi piala (setelah perjuangan latihan bertahun), demi penaklukan lawan

Pada pekerjaan:
- Tetap pergi bekerja menentang hujan, cuaca, saat diri sedang sakit demi rasa takut dengan atasan, demi jadwal

Konflik karena terjadi kontra antar Akal (yang tidak baik) dengan Nurani sangat sering terjadi dalam hidup kita sehari2 dan saling berpadu, bahkan kita akan sering permisif atas apa yang tidak baik itu, contoh yang ringan adalah sbb:

Dalam hal Fitness:
Nurani memperbaiki tubuh yang rusak agar kembali normal, Akal (karena ingin dilihat bagus oleh orang lain bukan untuk sehat) melakukan beberapa olah tubuh secara ekstra, contoh jelasnya Body building,  Dengan latihan wajar tubuh sudah cukup terolah dengan baik, tetapi orang masih ingin membentuk tubuh menjadi bentuk ideal inipun masih oke (wajar, banyak yang melakukan), tetapi lalu persaingan antar manusia ingin melakukan lebih dibanding yang lain sehingga bentuk otot tubuh menjadi berlebih (dan dengan mengkonsumsi asupan yang dibutuhkan khusus utk pengembangan tubuh maka sakit tubuh diperbaiki oleh Nurani) dan kenyataannya hasilnya tidak ideal untuk kegiatan sehari-hari, otot menjadi kaku.  Dan bahkan banyak yang tubuhnya jadi sakit atau berkembang tidak sempurna karena salah dalam melakukan pengembangan.

Dalam hal Merokok:
Kita tahu bahwa selain nikmat rokok juga merusak tubuh.  Tubuh seringkali menolak rokok misal dengan batuk (batuk yang dianggap alamiah), namun manusia tsb tidak mampu menghentikan rokoknya dan menganggap batuk tsb disebabkan dari hal yang lain.  Jelas rokok memperlemah stamina bahkan daya tahan tubuh tetapi karena mental orang tsb yang kurang kuat dalam menghadapi hidup maka orang tsb mencari pelarian dengan berharap mendapatkan sensasi berupa stimulan dari rokok yang dihisapnya.

Kini, masihkah kita akan melupakan kepentingan Tubuh kita dengan membiarkan konflik Akal dan Nurani ?  Silakan baca AWAM melihat KONFLIK TUBUH.


Salam hangat

Sang Awam.

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help